Wednesday, April 15, 2015

Ego

BY retnobanarti.blogspot.com No comments

Love expects nothing, and anything seems like everything. Ego expects something, and everything seems like nothing.

Tidak terlalu paham dan mendalami maksud dari kata-kata di atas, hanya saja aku sedang ingin bercerita tentang apa yang sudah aku pelajari dalam hidup ini terlebih akhir-akhir ini.

Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan berubah sebegini drastisnya hanya dalam hitungan satu tahun terakhir. Hidup yang tidak pernah aku terka akan sebegini aku rasa indah (tergantung dari sisi mana kita merasakan) atas segala rencana-Mu. Adalah takdir-Mu yang menjadikanku begini. Hidup dalam kesendirian yang jauh dari hiruk pikuk keluarga, dalam rantauan.



Adalah ego yang memberikan sumbangan besar untuk hidupku sekarang. Ya, egoku sendiri. Dulu memang aku sempat menjelma menjadi orang yang sangat egois dalam hidup. Tapi aku tak menyesalinya, justru dialah yang menjadikanku sosok yang kokoh seperti sekarang. Yang menjadikanku juga lebih peka terhadap kehidupan dan segala yang ada di dalamnya. Ego pun yang menghilangkan cintaku.

Kata orang aku terlalu pemilih. Ah, maksudnya bukan pemilih juga kali. Apa salah aku lebih selektif dan memilih mana orang yang akan menjadi pendampingku seutuhnya dalam hidup ini? Tapi sedang bergeser dari kata 'pemilih', mungkin aku juga pasrah menyerahkan segala takdir hanya pada-Mu ya Rabb. Aku sedang tidak ingin terlalu memikirkan tentang semua itu, aku hanya ingin semua itu berjalan naturally. Artinya tanpa dibuat-buat, tanpa dicari-cari, tanpa dinanti-nanti, tau-tau ada sendiri, hehe. Bukankah janji-Mu nyata, setiap yang ada di dunia ini berpasang-pasangan, terlebih orang yang baik adalah untuk yang baik pula. Jadi untuk apa memusingkan kata orang, tinggal menunggu waktu saja kan? InsyaAlloh mendapat yang terbaik untuk yang terbaik.

0 comments:

Post a Comment