Saturday, September 12, 2015

Selamat Datang di Hutan Pelawan, dari Jembatan Merah sampai Madu Pahit

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , , No comments

Lagi merasa bosen dirumah? Perlu suasana baru, refreshing agar otak kembali fresh saat besuk masuk kerja? Ini nih, gugusan hijau melambai yang memberikan kesejukan dan ketentraman kala kita mendekat ke arahnya.


Gapura/pintu masuk Hutan Pelawan

Cagar alam Hutan Pelawan, terletak di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Ditempuh hanya sekitar 40 menit dari Kota Pangkalpinang. Arahnya dari Kota Pangkalpinang menuju ke arah Bangka Tengah (Koba), namun sebelum sampai Koba, sekitar 30 menit perjalanan santai nanti ada pertigaan yang ditengahnya ada tugu kecil. Kalau kita ikutin jalan aspal belok ke kiri, kita akan sampai di Koba. Nah, kita ambil yang jalan desa lurus. Setelah lurus masuk ke jalan desa mulailah pada jalan yang tidak begitu bagus, jalan yang lumayan lebar namun masih berupa tanah puru dan banyak gelombang atau lubang dimana-mana. Harus hati-hati dalam berkendara ya guys.

Sekitar 10 menit masuk jalan setapak kita akan sampai pada gerbang Hutan Pelawan, selamat datang!

Lalu apa aja sih yang ada di Hutan Pelawan ini?
Pohon Pelawan
1. Sesuai dengan namanya, di Hutan Pelawan terdapat berbagai pepohonan rindang yang memenuhi hutan, dan salah satu pohon yang terkenal adalah pohon pelawan. Batang pohon ini adalah agak kemerahan, dan biasanya kayu pohon pelawan digunakan oleh penduduk untuk merambatkan tanaman sahang (lada).











2. Sentral pembuatan madu, ada madu manis dan madu pahit pelawan. Kalau madu manis udah biasa ya, namun disini ada madu pahit. Madu pahit memang rasanya agak pahit, madu ini dibuat  dari kawanan lebah yang menyedot serbuk bunga pohon pelawan, sedangkan madu manis menghisap sari dari pohon lain seperti leting, rempudung. Madu ini baik untuk kesehatan, menjaga kekebalan tubuh, dan dipercaya untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Harga madu pahit per 300cc sekitar Rp 200.000,00 sedangkan madu manis per 300cc sekitar Rp 80.000,00.
3. Berbaga hewan juga hidup di dalam hutan. Jadi ga cuma pepohonan aja nih yang ada disini, hewan-hewan juga banyak. Seperti monyet, berbagai burung, reptile, dan masih banyak termasuk beberapa hewan langka menurut Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah.
Jembatan Merah Hutan Pelawan
4. Jembatan merah aku menyebutnya karena jembatan ini berwarna merah dan panjang menyusuri dalam hutan. Seperti menjadi ikon Hutan Pelawan, kita bisa menyusuri hutan melewati jembatan yang menghubungkan dari awal kita masuk sampai mentok hutan. Jadi ga perlu takut-takut masuk hutan jalannya kecil dan serem, malah jembatan ini hits banget lo buat foto-foto.






















5. Rumah pohon. Selain ada beberapa pendopo di dalam hutan untuk beristirahat, di hutan belum komplit kalau ga ada rumah pohon. Nah, di Hutan Pelawan juga ada rumah pohon nih. Malah rumah pohonnya gede, ada tangga lebar untuk naik dan sampailah pada sebuah rumah di atas yang dihubungkan dengan jalan menuju ke pohon. Penasaran seperti apa bentuknya, liat di gambar ya.


Rumah Pohon Hutan Pelawan



















Hanya saja hampir saat sampai mentok/akhir Hutan Pelawan ada bagian yang masih memakai jembatan kecil hampir menyentuh sungai, hati-hati dalam berjalan ya.

Jembatan tradisional Hutan Pelawan

0 comments:

Post a Comment