Saturday, April 15, 2017

Cara Memaksimalkan Produksi ASI - Part 1

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , , , , No comments

Haloo momies kece, Semangat #mengASIhi yah. Masih inget kan jargonnya? Menyusui dengan keras kepala dan semangat baja, hehehe.

Kali ini aku pengen share pengalaman aku yah, dan kalau ada gak cocok sama momy-momy semua, yah karena memang ini murni pengalaman aku sendiri. Tapi aku gak seenaknya asbun bikin-bikin sendiri yah moms, at least aku udah belajar dan berusaha baca sana-sini about this.

Dulu sebelum punya baby, aku berpikir siklusnya sederhana banget HAMIL-MELAHIRKAN-PUNYA PAYUDARA-NENEN+POMPA>>ASI ASI ASI. Ternyata gak se-simple itu yah moms pada kenyataannya, hiksss.


Langsung cus yah moms. At the first, kita mesti tau teori dan seluk beluk asi dulu yah. Kenapa dari judulnya aja Cara Memaksimalkan Produksi ASI? Kenapa ga Cara Memperbanyak ASI? Karena pada dasarnya produksi ASI itu unlimited yah moms, alias gak terbatas, thats why teorinya gak ada tuh ya alasan ASI kita gak cukup untuk si baby karena produksi ASI kita sedikit or gak cukup karena baby kita minumnya kebanyakan. Itu tergantung kita bisa enggak kita ngeluarin ASInya, again, PRODUKSI ASI ITU GAK TERBATAS! Biasanya untuk mama eping (eksklusif pumping) nih yang ngeluh gak cukup ASInya, karena kurang bisa maksimal ngeluarinnya dan rawan kejar tayang untuk mencukupi minum si baby. Untuk momy yang nenen langsung sih insyaAlloh ketercukupannya bisa dipertanggungjawabkan yah, karena baby kan emang udah kodratnya nenen, beda sistemnya sama alat pompa yang dibuat sama manusia, kadang bisa keluar sebagian besar, kadang keluarnya seret.

Lalu prinsip ASI yang harus diingat-ingat selalu itu SUPPLY BY DEMAND yah moms. Maksudnya produksi ASI itu tergantung pada permintaan, semakin banyak tubuh menangkap sinyal-sinyal asi yang dibutuhkan banyak, semakin kenceng juga produksi ASInya. Kalau permintaan ASI sedikit, yang ditandai dengan sedikitnya bayi nenen langsung atau jarangnya momy pompa, otomatis produksi ASI juga menyesuaikan sedikit. Gak ada sejarahnya ASI kita jarang dikeluarin, sedikit dinenen, jarang dipompa, kok ujug-ujug sekalinya dipompa keluarnya ada buanyak banget berliter-liter, NO NO

ASI adalah 90% niat! Thats totaly true! Kenapa? Kunci kesuksesan menyusui sampai 2 tahun harus dimulai dengan niat dan tekad yang kuat. Jangan percaya pada teori-teori jaman dahulu kala yang kalau PDnya besar berarti ASInya banyak, PD kecil otomatis ASI sedikit, NO! Begitu juga puting besar berarti ASInya banyak, puting datar menandakan ASI sedikit, NO! Lalu, momy dengan perawakan badan besar menandakan ASInya banyak, momy berbadan kecil artinya ASInya sedikit, NO! Inget ya prinsip di awal tadi, ASI adalah Supply by Demand, jadi kalau mau produksi ASI banyak ya sering-seringlah dikeluarin.
Momy juga harus tau bagian-bagian dari ASI yah. Asi terdiri dari 2 bagian, yaitu
1. Foremilk (Asi Awal) bentuknya encer dan warnanya cenderung keruh. Encer karena kandungan terbesarnya adalah air, makanya kadang bayi menyusu tidak sampai PD kosong sudah berhenti karena mungkin dia hanya haus saja tidak merasa lapar. Walaupun foremilk ini encer, namun foremilk mengandung banyak vitamin-vitamin dan zat-zat yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi.
2. Hindmilk (Asi akhir) bentuknya lebih kental dan warnanya lebih kekuningan, kental karena hindmilk ini kandungan terbanyaknya adalah lemak. Bayi harus mendapatkan hindmilk saat dia menyusu untuk mengenyangkan dan menggendutkan bayi. Oleh karenanya, kenapa disarankan bayi menyusu di 1 PD sampai habis dan PD benar-benar kosong, untuk memastikan bayi mendapatkan hindmilk yang cukup.

Selanjutnya,kita harus tau istilah-istilah dalam perASIan. Yaitu, ada LDR (Let Down Reflek), kondisi dimana ASI kita muncrat keluar dengan sendirinya. Ciri-cirinya, pernah gak momy pas adek nenen PD sebelah kanan dan PD kiri kerasa senut-senut nyeri tanpa diapa-apain? Yang selanjutnya, PD kiri akan mengeluarkan ASI tetes demi tetes? Or, adek tiba-tiba melepaskan puting momy secara tiba-tiba saat nenen, dan saat puting dilepas, si puting ini menyemburkan asi di beberapa titiknya? Nah, itu yang disebut LDR. Fungsinya apa? Ada saat dimana memudahkan adek nenen tanpa perjuangan yang lumayan keras untuk mendapat ASI, jadi adek tinggal mangap aja gitu udah dapat ASI. Untuk momy yang pompa, fungsi LDR ini agar lebih cepat mendapat ASI yang banyak. Fungsi yang tak kalah penting dari LDR adalah untuk mengeluarkan hindmilk. Kan hindmiIk itu kental yah moms, jadi ngeluarinnya juga agak susah gak segampang foremilk, jadi membutuhkan LDR untuk mengeluarkannya dengan cara menyembur. 

Istilah Selanjutnya adalah Feedback Inhibitor of Lactin (FIL) adalah agen penghambat ASI. Loh loh, kenapa harus ada si FIL ini sih, padahal kan bayi butuh ASI banyak? Si FIL ini ada bukan untuk tidak berguna yah moms, FIL ini berfungsi agar produksi tidak over ketika ASI kita tidak dikeluarkan. Maksudnya si FIL ini fungsinya untuk mencegah bengkak pada PD saat ASI tidak dikeluarkan. Oleh karenanya, mengapa kita tidak boleh menampung ASI di PD dan tidak mengeluarkannya dalam jangka waktu yang lama? Karena ada agen penghambat ASI ini nanti makin banyak dan bisa semakin menghambat keluarnya ASi moms. Kalau supply ASI momy memang buanyak banget sampai berlebih-lebih untuk baby moms sih gak masalah ya ada si FIL ini, namun kalau ASI moms masih biasa-biasa aja malah suka kejar tayang untuk dikasihkan ke baby masak iya masih mau temenan sama si FIL ini? Yang ada FIL ini adalah musuh yang harus diberantas dengan cara sering-seringlah mengeluarkan ASI dari PD, jangan membiarkan ASI mengendap di PD dalam jangka waktu yang lama.

Wednesday, February 15, 2017

Menyusui dengan Keras Kepala dan Semangat Baja

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , No comments

MENYUSUI ADALAH POHON KEHIDUPAN (BREASTFEEDING IS A TREE OF A LIFE)

Pohon yang akarnya ada di payudara Ibu dan batang serta rantingnya yang ada ditubuh bayi ini menggambarkan ikatan kuat yang terjalin selama Ibu menyusui bayinya secara langsung. Menyusui bukan hanya memberikan nutrisi dalam bentuk cairan emas yang disebut ASI, tetapi juga kenyamanan dan kasih sayang yang semuanya digambarkan dalam pohon kehidupan itu.

Ketika membahas menyusui on demand atau menyusui sekehendak bayi kita bukan hanya membahas jumlah ASI yang diproduksi sesuai dengan jumlah ASI yang dibutuhkan bayi. Menyusui bukan hanya sekedar “mengosongkan’ payudara sesering mungkin agar produksi ASI ibu dapat memenuhi kebutuhan bayinya. Fungsi “mengosongkan” payudara bisa saja digantikan oleh pompa ASI atau perahan tangan, tetapi ada proses luar biasa dari menyusui langsung yang lebih dari hanya sekedar menentukan kuantitas ASI.

Keajaiban lain dari menyusui langsung yang belum banyak diketahui orang adalah menyusui langsung merupakan petunjuk krusial terhadap komposisi ASI.

Masih ingat konsep ASI sebagai sebuah cairan hidup yang terus berganti tiap menit, tiap jam, tiap hari, tiap bulan, dan seterusnya?? ASI disebut sebagai cairan hidup karena kaya akan hormon, anti body, stem cells, dan sebagainya. Hormon dalam ASI merefleksikan hormon yang ada dalam tubuh Ibu. Komposisi ASI siang dan malam hari juga berbeda karena kebutuhan bayi saat terjaga dan tidur juga berbeda.

Bayangkan kembali gambar “tree of life” ketika bayi menghisap payudara Ibu, diameter puting akan bertambah dan akan membentuk vacuum (ruang hampa) yang membawa cairan (gabungan ASI dan saliva/air liur) dari mulut bayi ke saluran/ductus ke payudara. Ini yang disebut “baby spit backwash” atau secara ilmiah disebut “retrogade milk flow”. Nahh cairan dari mulut bayi inilah yang menjadi petunjuk terbentuknya komposisi ASI yang diperlukan bayi. Ketika bayi sakit (misal flu) cairan yang ada dimulutnya ini bukan hanya terdiri dari ASI dan liur tapi juga muncus (lendir) kombinasi ini yang memberikan petunjuk pada payudara untuk menghasilkan anti bodi yang bisa membantu bayi lekas sembuh dari sakit. Campuran ASI dan liur bayi juga memunculkan reaksi kimia yang bisa mendorong terbentuknya bakteri baik yang berguna bagi tubuh bayi. Dan ini hanya terjadi akibat ludah dan hisapan bayi. Hebat yahh sinergi antara tubuh Ibu dan tubuh bayi hehe

Menyusui langsung bukan hanya sebuah proses memberi “makan” bayi, tapi juga proses biologis yang dinamis yang terjadi didalam tubuh ibu dan bayi. Menyusui langsung adalah sebuah proses interaksi, proses komunikASI antara tubuh Ibu dan bayi. Menyusui lebih dari sekedar memberikan ASI. 

-Lianita Prawindarti Minli dari “Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia”-

Saat aku dinyatakan hamil senengnya bukan kepalang. Sebentar lagi insyaAlloh aku segera menjadi ibu, mempunyai anak-anak yang lucu, dan hari-hariku pasti akan lebih menyenangkan, pikirku saat itu. Dan memang benar, kehadiran buah hati sangat membuatku lebih dari sekedar bahagia seperti yang aku bayangkan dulu, namun ada beberapa step yang membuatku sempat menjadi down (setiap ibu pasti pernah merasakan hal ini).

Tidak pernah terbayang menjadi seorang ibu repotnya minta ampun begini, itulah mengapa sangat wajar ibu dijadikan tatanan tertinggi untuk orang yang harus kita sayangi. Di step ini, aku harus mengakui I'M NOT A JUST BAD MOM, BUT VERY BAD MOM *crying*

Baby A lahir dengan berat badan yang mini, batas bayi lahir dinyatakan sehat yaitu 2500gram dan sempat mendapat perawat intensif akibat infeksi 2 hari setelah kelahirannya. Untuk itu merawat baby A sangat menguras tenaga dan pikiran untukku apalagi yang baru pertama menjadi seorang ibu. Aku yang terlahir pemalas, ah sudahlah, harus bangun tiap malam 2 jam sekali untuk memberikan baby A makan agar tidak kelaparan dan berat badannya naik setiap saat. Sempat ngomong sama diri sendiri kok kasian banget ya baby A punya ibu kayak aku yang pemalas banget T.T Aku yang dulunya menghabiskan hari libur untuk selalu tidur dan bermalas-malasan, sekarang aku harus menjaga baby A dengan penuh kasih sayang. Ga bakal bisa tidur kalau baby A ga tidur. Baby A pasti tidur siang sih, tapi kadang hanya beberapa menit yang sudah kuhabiskan untuk sekedar mandi, ngemil, dan makan. Sempet sih tidur bentar, tapi harus terbangun saat baby A bangun juga, alhasil malah pusing karena tidur cuma seiprit banget T.T

Alhamdulillah banyak banget orang yang bukan hanya memberiku dukungan, namun banyak membantu, hehe. Suami, mamah, ibu mertua, dan mbak rewang. Mereka sangat-sangat membantu, walaupun aku tetap selalu ada di samping baby A, namun saat baby A nangis misalnya udah ada yang jatah menggendong, menina bobokkan, dll, hehehe *cheating*

Cukuplah aku yang pemalas ini dibeberkan, namun aku bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk baby A. Yes, baby A setidaknya harus mendapatkan haknya selama 2 tahun ke depan, yaitu ASI. Banyak membaca artikel tentang dahsyatnya keutamaan asi dan berbagai manfaatnya menjadikanku semakin maju untuk memberikan haknya kepada baby A apapun yang terjadi. Selama cuti melahirkan sih ga masalah buatku untuk menyusui langsung baby A, walaupun aku bukanlah ibu dengan asi yang sangat berlimpah, tapi insyaAlloh cukup untuk memenuhi kebutuhan baby A kala itu. Namun, saat cuti mau habis dan aku harus kembali kerja merupakan problematika yang berat. Dan hari-hariku saat itu sempat acak adul berantakan karena aku belum bisa beradaptasi dengan keadaan yang ada dan berbagai pikiran malas kembali ke rutinitas kerja di tempat rantau. Mungkin untuk sebagian orang hal kayak gini sepele dan biasa, namun bagiku yang ga biasa kerja dari kecil, sungguh apresiasi dari dan ke diriku sendiri :))

Aku harus pumping asi untuk diberikan ke baby A saat aku bekerja di kantor. Malam-malam harus bangun menyusui baby A dan setelahnya pumping untuk stok. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa saat setelahnya aku malas :)) yah, memang aku pemalas yang lebih memikirkan egoku untuk tidur karena rasa kantuk yang tidak bisa ditahan. Setidaknya sekarang aku pumping 3 kali sehari, pagi-pagi saat bangun tidur, pukul 10.00 dan 15.00 di kantor. Awalnya pumping 3 kali tersebut masih memenuhi kebutuhan baby A sebulan setelah aku masuk kerja, artinya usia baby A menuju 4 bulan. Namun makin kesini, udah jadwal pumping ga beraturan, alhasil produksi asi menurun drastis, dan kebutuhan minum baby A makin banyak dari awalnya, iyalah alhamdulillah makin gede. Aku yang memang orang yang pemalas, buat makan pun malas. Kadang tiap harinya aku hanya makan 2 kali sehari, kurang dari porsi orang normal yang harusnya 3 kali sehari, dan sangat kurang untuk ukuran ibu menyusui yang diharuskan banyak makan 4 kali sehari karena memberi makan untuk 2 orang sekaligus, ibu dan bayinya.

Setiap hari, aku harus mengambil stok asi lama dikulkas untuk memenuhi kebutuhan minum baby A, yang artinya setiap hari aku defisit asi. Padahal untuk ukuran bayi 4 bulan, baby A masih tergolong belum terlalu banyak minumnya. Ya Alloh, gimana kalau setiap hari begini, baru berapa minggu juga bakal habis stok asi di kulkas kalo gini caranya *nangis kejer*

Menyusi memang perlu semangat baja dan tekad yang kuat pantang loyo. Kenapa? Ibu stres dikit produksi asi tersendat, ibu ada pikiran dikit, asi terhambat. #mengASIhi bukan sekedar memberi makan kepada anak, namun memikirkan juga nutrisi yang sampai pada anak dengan memastikan ibu harus makan banyak dan bergizi. Aku hanya berharap setidaknya Alloh masih baik kepadaku untuk 2 bulan kedepan. Minimal sebelum baby A mendapat makan mpasi, selama 6 bulan baby A harus mendapat asi ekslusif lulus S1 asi (walaupun dulu saat lahir sempat dikasih sufor karena udah dehidrasi di inkubator) dan semoga bisa sampai 2 tahun ke depan lulus S3 asi, AAMIIN. Antara bingung, pusing, dan ya sudahlah aku pasrah. Semoga diberi yang terbaik oleh-Nya, AAMIIN. Tekad untuk memberikan hak ke baby A masih bulat dan dengan keras kepala ku jalani, semoga ada jalan asiku bisa cukup untuk baby A. Karena sugesti positif dan keyakinan sangat membantu, dan ingat ibu menyusui ga boleh stres dan banyak pikiran! InsyaAlloh kedepan rajin pumping agar produksi asi lebih lancar, janjiku dalam hati, kamu pantas mendapatkan yang terbaik nak. -Baby Arkana 3months 26days-



(ps: tulisan ini sebenernya belum selesai, namun aku publish dulu deh ya, soalnya ga tau kapan bisa nerusin ngeditnya, hihi)

Thursday, February 2, 2017

Thank God For This Super Cute Baby

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , 2 comments

Halloo,

Selamat datang tahun 2017!

Udah lama banget ya ga ngepost apa-apa, sepi amat ini blog. Apalagi sekarang udah punya baby, hmm, nambah berkurang lagi jatahku untuk bersibuk ria sendiri, its oke baby Arkan.

Baby Arkana habis mandi pagi, lucu kan, mirip siapa hayo?
Cuma mau sedekar berbagi kebahagiaan dan cerita tentang pengalaman pertamaku having a baby. Alhamdulillah untuk statusku yang sekarang sudah meningkat menjadi a mommy (thank baby arkan you made it), yang sebelumnya dari status a wife (thank my hubby), dari yang sebelumnya a girlfriend, dan dari yang sebelumnya emm disebut gak ya, haha, jomblo! Zzzzzzz


Sebelumnya, aku bekerja di Pulau lain yaitu Bangka Belitung, padahal aku berasal dari Magelang yang pengen memanfaatkan waktu cuti yang ada untuk melahirkan anakku di tanah kelahiranku. Sempet dag dig dug juga ya naik pesawat dalam keadaan hamil gede, alhamdulillah overall semua berjalan dengan lancar tibalah aku tanggal 14 Oktober 2016 di tanah kelahiranku. Kalau belum yakin, plis jangan males-males buat cari info tentang penerbangan kondisi ibu hamil ya, termasuk syarat-syarat yang diberikan oleh maskapai karena beda maskapai beda pemberlakuan syarat penerbangan seperti batas usia kehamilan. Jangan lupa juga meminta surat keterangan sehat atau layak terbang dari dokter obsgyn (ini wajib! tanggal check up minimal 7 hari dari keberangkatan).

Seminggu di rumah ku jalani masih dengan wajar dan normal karena memang selama kehamilan aku rutin check up ke dokter obsgyn untuk memastikan keadaan kandunganku baik-baik saja, dan alhamdulillah tidak ada masalah serius yang harus ditangani. Ya kalau cuma mual-mual muntah, gatel-gatel, lemes, bawaan males (haha) its a normal dialami ibu hamil di seluruh penjuru dunia manapun. Gak perlu obat-obatan segala macem, cukup dijalanin dengan enjoy dan gembira ria karena beneran nanti ketika sudah melahirkan you would miss your pregnancy very bad!

21 Oktober 2016 yang artinya tepat seminggu keberadaanku dirumah adalah saat-saat yang sangat mendebarkan dan mencemaskan untukku, yang baru pertama kali ku alami suasana yang sangat mencekam (sorry, ini memang gak lebay) detik-detik saat baby Arkan mau dilahirkan (kok kamu gak sabaran sih dek, sebenernya kan 5 hari lagi ultah ibuk, biar samaan gitu tanggalnya ngirit ngrayainnya, loh -___-).

Baby Arkan terpaksa dilahirkan saat usia kandunganku baru 37weeks, yang sebenernya hal tersebut tidak menjadi masalah karena memang itu waktu minimal bayi siap untuk dilahirkan.

Pukul 15.30 aku mengalami pecah ketuban, dan bodohnya karena kurang pengetahuan aku gak begitu tau kalau air yang keluar itu adalah air ketuban. Namun setelah hal tersebut terjadi aku sempet duduk-duduk dan selama 1 jam mencari informasi tentang air ketuban karena aku merasa ada hal yang agak ganjal dari keluarnya air tersebut. Belum begitu yakin sih air yang keluar itu adalah air ketuban, namun setelah 1 jam beristirahat dan aku ingin berjalan air itu keluar lagi, yaudahlah fix aku meyakini itu adalah air ketuban.

Langsung panik, manggil mamah, telpon suami yang kebetulan saat itu dia lagi di rumah Jogja, nyuruh segera pulang ke Magelang. Setelah itu langsunglah ke klinik kesehatan terdekat dan periksa, cukup mengkhawatirkan karena detak jantung baby Arkan sempet tinggi 180/m, yang normalnya hanya 140-160/m. Perawat juga ga berani ngecek sudah bukaan atau belum karena riwayat kehamilanku plasenta previa (plasenta berada di bawah), walaupun saat itu memang tidak ada kontraksi sama sekali. Setiap menit diadakan observasi untuk kandunganku, saat observasi berikutnya detak jantung baby Arkan yang tadinya sangat tinggi mendadak melambat banget banget sumpah aku yang mendengarnya udah merinding. Udah paniklah si perawat-perawat itu, lalu aku cepat-cepat dirujuk ke rumah sakit bersalin. Waktu itu dapat di Rumah Sakit Islam Magelang karena katanya dokter yang siap ambil tindakan ada di sana. Sampai dirumah sakit masih observasi periksa-periksa dan wawancara. Dan dokter jaga memberikan pilihan, apakah mau observasi dulu 1x24 jam tentang air ketuban dengan risiko jika ketuban masih keluar terus baby Arkan tetap harus dilahirkan dengan operasi sectio (cesar), atau memilih melahirkan sekarang juga dengan jalan yang sama. Waktu itu sudah semakin malam sudah menunjukkan hampir pukul 21.00, dan dokter mengatakan kalau misalkan mau cesar sekarang masih bisa disiapkan tim medisnya, dan aku mengiyakan dengan hanya berpikir sejenak. Takut banget sebenernya mengambil keputusan besar dengan waktu hitungan menit saja, namun percayalah semua sudah digariskan dan kami hanya bisa berdoa untuk yang terbaik.

Dulu pernah under estimate dengan ibu yang melahirkan melalui sectiofinally aku ngerasainnya sendiri. Sumpah, gak seenak keliatannya. Memang sih gak sakit saat proses melahirkan, tapi hmmm, baca dulu deh pengalamanku ini.
  1.  Pertama, kelahiran dengan proses sectio kebanyakan adalah ibu dengan kandungannya yang agak bermasalah, seperti aku ini dengan riwayat KPD (Ketuban Pecah Dini).
  2.  Kedua, aku tidak menggunakan pembiusan total, artinya yang mengalami pembiusan adalah perut kebawah, dan ini bener2 sakit saat disuntik obat bius di tulang belakang kita.
  3.  Ketiga, proses sectio memang sangatlah singkat sekitar 30-45 menit dengan pembagian waktu penyobekan dan pengambilan bayi berlangsung saat singkat (aku aja gak percaya kayaknya baru 5 menit udah denger tangisan baby Arkan). Yang agak lama adalah proses penjaitan rahim dan perut yang berlapis-lapis itu. Saat penjaitan itulah aku sudah gak kuat deg-degan kok gak selesai-selesai, padahal udah kayak pegel-pegel. Sempet aku gerak-gerak karena udah gak tahan nahan pegel dan deg-degan sampai dokternya bilang kenapa sebentar lagi kok sabar ya, hehehe.
  4. Keempat, yakinlah setelah operasi selesai, obat bius baru bisa hilang 2-3 jam, dan selama itu aku sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki, dan itu gak enak banget.
  5.  Kelima, setelah obat bius hilang, perasaan lega, tapi diganti dengan sakit bekas luka sayatan operasi, hiks hiks. Kalau melahirkan normal sakitnya saat proses melahirkan, nah kalau sectio sakitnya setelah melahirkan, sekitar 2 minggu aku baru bisa merasa sedikit normal.


Baby Arkan usia beberapa jam setelah dilahirkan
Tapi semua itu terbayar saat melihat baby Arkan didorong menggunakan box masuk ke ruang bangsal rawat gabung dengan ibu. Alhamdulillah pukul 22.55 baby Arkan dapat dilahirkan dengan selamat melalui proses sectio, BB 2500gram (mungil ya), panjang 47cm, dan riwayat KPD selama 7jam.

Oya nama panjangnya Muhammad Arsyad Arkana, panggilan Arkan or Arkana. Nama itu didapat setelah beberapa hari debat ketika baby Arkan sudah lahir. Si ayah nih gak siap-siap nama dari dulu bawaannya galauan kalau ditanya nama, huhuu. Alhasil nama itu di dapat dari kombinasi 3 orang: Muhammad (dari mamahku), Arsyad (dari bapak mertua), Arkana (dari suami), dan apalah aku ini seorang ibu yang bertugas melahirkan si baby tidak mendapat jatah memberi nama, hehehe. Walau begitu sudah cukup happy banget melihat baby Arkan tidur pulas kala itu. Now, im a super happy mommy :*


Inilah pengalamanku melahirkan seorang bayi lucu anugerah terindah dari Alloh, terimakasih untuk segala nikmat karunia-Mu. Untuk cerita selanjutnya serba serbi merawat bayi dan pola tingkah bayi yang sama sekali belum aku ketahui sebelumnya, ya emang bener sih anak pertama itu serba coba-coba, yah inilah yang aku rasain.

Punya pengalaman dan pertanyaan,  berbagi yuk dikomentar!

Tuesday, October 4, 2016

Tukik-Tukik Lucu di Pantai Tongaci

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , 1 comment

Mau liat tukik-tukik lucu? Gak perlu jauh-jauh. Di Kabupaten Bangka, tepatnya di Kota Sungailiat sudah ada penangkaran tukik loh. Mau liat seperti apa? Yuk cek!

Ceritaku ini gak usah panjang-panjang, mau dibanyakin foto juga udah gak ada (iphone rusak T.T) jadi pake foto seadanya dan cerita seingetku aja ya. Selain, aku sudah lama mengunjungi tempat ini sekitar akhir tahun lalu.

Pantai Tongaci namanya, dimana ada penangkaran penyu/ tukik. Letaknya tak jauh dari pusat Kota Sungailiat yang ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Pangkalpinang. Lokasinya sangat mudah ditemukan, berada searah dan dekat dengan Hotel Novila, sekitar 1km dari Hotel Novila.


Penangkaran yang berada di pinggir pantai persis ini sangat mempesona. Sewaktu aku kesana, siang-siang suasana panas sekali, namun pas banget air lautnya bener-bener biru jernih mempesona, wah! Gak salah deh mengunjungi tempat ini, karena aku suka dan pengen melihat tukik-tukik lucu di sana. Sebenernya aku ke tempat ini secara gak sengaja aja, karena lagi nginep di Hotel Novila, waktu tau tempat penangkaran ini dekat sekali dengan hotel ya kenapa enggak kan, hehe.


Masuk ke tempat ini gratis (dulu sih, sekarang gak tau). Banyak sekali tukik-tukik yang dirawat di sini. Terbagi menjadi beberapa tempat penangkaran, penangkaran yang dibuat di kolam dan penangkaran di bibir pantai persis atau disebut tambak terapung yang menggunakan jaring dibawahnya. Untuk tukik yang masih kecil ditempatkan di kolam, dan mungkin setelah dewasa barulah ditempatkan di penangkaran yang lebih besar di bibir pantai. Namun ada beberapa tukik yang sangat jumbo juga yang ditaruh di kolam bersama tukik-tukik kecil. Di sini kita juga bisa melihat proses konservasi penyu dari mulai telur penyu sampai penyu dewasa siap dilepas di lautan. Duh, jadi pengen bawa pulang, tapi gak boleh penyu hewan yang dilindungi T.T

Monday, October 3, 2016

Belinyu: Pantai Romodong, Pantai Penyusuk, Pulau Putri, dan Pulau Lampu

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , , , No comments

Namanya juga Kepulauan Bangka Belitung, pasti banyak dong ya pulau-pulau kecil yang mengelilingi provinsi di Sumatra ini. Yup, setelah ceritaku sebelumnya menjajaki pulau-pulau kecil di sekitar Belitung, gak kalah cantik juga nih pulau-pulau kecil di sekitar wilayah Bangka.

Sebelumnya perkenalan dulu, ceritaku kali ini datang dari daerah Belinyu, salah satu kecamatan di Pulau Bangka yang letaknya di pulau Bangka bagian utara. Udah lama banget aku kesini, sekitar bulan Februari tahun 2015 yah udah lebih dari 1,5 tahun yang lalu ternyata (times go fast, alahh, baper deh!). Jarak tempuhnya lumayan lama, sekitar 2,5 jam dari Kota Pangkalpinang melewati daerah Sungailiat. Lalu apa saja sih objek wisata di Belinyu ini? Sebenernya banyak banget wisata di Belinyu yang terlihat dengan banyak bangunan-bangunan tua dengan arsitektur bergaya Belanda. Juga banyak klenteng-klenteng yang dilewati sepanjang jalan, namun aku kesini khusus untuk berwisata pantai dan pulau. 

1. Tung Tau Tertua di Bangka
Berangkat pagi-pagi dari Pangkalpinang, belum sarapan. Berhubung melewati jalan Sungailiat, kami sempatkan untuk mampir sarapan di Warung Kopi Tung Tau tertua di Bangka. Di wilayah Bangka, khususnya Pangkalpinang banyak berjejer warung kopi, terutama Warung Kopi Tung Tau. Namun, Warung Kopi Tung Tau yang pertama dan tertua adalah di Sungailiat ini, dibuat tahun 1938. Kenapa warung pertama ada di Sungailiat bukan malah di Pangkalpinang yang lebih ramai? Konon dulunya, pusat pemerintahan Bangka ada di Sungailiat, namun seiiring perkembangan warga Cina membangun Kota Pangkalpinang menjadi lebih ramai.



Lokasi warung ini berada di pinggir jalan besar belokan setelah pasar Sungailiat. Banyak berbagai menu di warung ini, seperti khasnya beraneka macam kopi dan minuman lain seperti susu, teh, jus, lalu roti bakar dan berbagai cemilan lain, sampai makan besar seperti nasi goreng dan bubur ayam yang aku pesan pada pagi itu untuk sarapan. Harganya masih standar dan terjangkau. 



2. Pantai Romodong
Pantai Romodong adalah destinasi wisataku yang petama di Belinyu. Letak pantai ini tidak jauh dari Kota Belinyu tepatnya di Desa Romodong. Sebelum sampai di dalam Pantai Romodong, di depan kawasan pantai ini ada penanda 2 batu granit yang besar di pinggir jalan masuk sebagai gapura. Batu ini berukuran sangat besar sekitar tinggi 10m. Konon, batu ini diberi nama 'Batu Kodok'. Setelah melewati gerbang batu granit ini, tidak jauh lagi sekitar 400m kita akan sampai di Pantai Romodong.



Pasir di Pantai Romodong adalah pasir putih dan bersih. Suasana di pantai ini sangat menyejukkan, cocok untuk bermain air dan bersantai menikmati keindahan alam pantai. Deburan ombaknya juga tidak terlalu besar. Di pinggir pantai terdapat batu besar juga yang berjejer membentuk mirip kura-kura, merupakan salah satu keunikan dari Pantai Romodong. 



Pantai Romodong masih sangat sepi, tarif masuknya gratis. Mungkin hal ini karena tidak ada sama sekali fasilitas yang ditawarkan, dan minimnya pengelolaan tempat wisata di pantai ini. Juga akses jalan yang hampir tidak kami ketahui sebelumnya, yang bisa dibilang minim petunjuk arah. Namun, keindahan Pantai Romodong ini tak dapat dipungkiri, apalagi belum adanya pengelolaan yang membuat pantai ini masih sangat bernuansa alami. Saat kami kesana, belum ada pengunjung yang datang padahal kami kesana saat weekend. Baru beberapa lama, ada satu mobil pengunjung yang datang.


3. Pantai Penyusuk 
Selanjutnya, tidak jauh dari Pantai Romodong kita ke Pantai Penyusuk. Tak kalah cantik, Pantai Penyusuk menyajikan keindahan alam yang begitu mempesona. Di bawah pepohonan kepala yang berjejer di pinggir pantai, berpadu dengan banyaknya bebatuan granit khas pantai Bangka Belitung. Berbeda dengan Pantai Romodong yang sangat sepi, di Pantai Penyusuk ini lebih banyak dikunjungi para pelancong. Mungkin karena lewat pantai ini, kita akan diantarkan menyeberang menuju beberapa pulau yang bisa kita datangi, yaitu Pulau Putri dan Pulau Lampu.



Di Pantai Penyusuk terbagi ke dalam dua arahan bibir pantai. Pertama pantai yang landai, tempat dimana kita bisa bermain air, pasir, menikmati suasana pantai dengan tenang, serta tempat dimana kapal-kapal berlabuh untuk mengantarkan kita ke Pulau seberang. Dan yang kedua pantai yang lebih curam, disana kita hanya bisa melihat pantai dari pinggir karena katanya palung lautnya sangat curam, hati-hati ya!



Masuk ke Pantai Penyusuk ini masih belum dipungut biaya, namun di tengah jalan masuk ke pantai ini ada pos kecil yang entah fungsinya untuk apa karena saat kami lewat disana kosong tidak ada orang yang berjaga. Pantai Penyusuk sudah memiliki banyak fasilitas yang ditawarkan, mungkin karena memang pantai ini sudah lumayan ramai dikunjungi para wisatawan. Sudah terdapat toilet, mushola, dan tempat makan di pinggir pantai dengan masakan yang sederhana seperti otak-otak, pop mie, kelapa muda, dan aneka minuman lain. Juga, dikawasan pantai ini, terdapat penyewaan ATV untuk dipakai berkeliling jalan di sekitar pantai.

4. Pulau Putri
Inilah petualangan yang sesungguhya! Dari Pantai Penyusuk kita dapat menyebrang ke Pulau Putri dan Pulau Lampu menggunakan kapal-kapal yang siap layar di pinggir pantai. Perlu tawar menawar nih, akhirnya kami mendapatkan harga Rp 20.000,00/orang tujuan pulau Putri saja dan harga Rp 30.000,00/orang mengunjungi kedua Pulau Putri dan Pulau Lampu. Jarang antara pantai dan pulau-pulau ini masih terhitung dekat, sekitar 10-15 menit perjalanan. Namun, kami yang hanya ber-enam saat itu harus digabungkan dengan kelompok lain agar kapal bermuatan + 10 orang itu menjadi penuh dan siap berangkat menuju pulau tujuan. Note: kalau rombongan kalian belum memenuhi kuota untuk berangkat, kapal tetap bisa berangkat dengan cara mencarter kapal.


Pulau Putri dilihat dari kapal
Setelah sampai di Pulau Putri ini sangat sebanding dengan pemandangan dan aktifitas yang kita dapat, apalagi dibandingkan dengan tarif masuk yang gratis dan sewa kapal yang sangat terjangkau. Pulaunya sangat amazing! Si abang kapal juga mau menunggui kami sampai jam berapapun di pulau ini, tidak terbatas (ya tapi inget aja jangan sampai malam kan ngeri-ngeri sedap di pulau terpencil begitu :D). Pulau Putri sangat rindang dipenuhi dengan banyak pohon-pohon dan bebatuan besar. Kita bisa sengan puas bermain air di bibir pulau yang landai dan sangat jernih berpadu dengan pasir putih, berkeliling semua penjuru pulau karena memang pulau ini tidak terlalu besar untuk dikelilingi.




Hari menunjukkan tengah siang, dan kami kelaparan. Pulau Putri adalah pulau yang tidak berpenghuni, walaupun di tengah pulau terdapat sebuah rumah kecil yang entah dulunya digunakan sebagai apa. Untungnya kami sudah menyediakan berbagai cemilan dan minuman botol sebagai bekal, ini bisa dicontoh ya supaya kalian tidak kelaparan di tengah pulau. Gak lucu banget kan jalan-jalan tapi nahan laper!

Dari salah satu penjuru pulau yang bersebelahan dengan Pulau Putri, kita bisa melihat Pulau Lampu yang unik dengan mercusuarnya yang tinggi.


Pulau Lampu dilihat dari Pulau Putri

5. Pulau Lampu
Tujuan selanjutnya adalah Pulau Lampu, sekitar 10 menit ditempuh dari Pulau Putri menggunakan kapal. Pertama yang terlihat sampai di pulau ini adalah mercusuar yang berdiri tinggi. Ukuran mercusuar ini tidak sebesar mercusuar pada umumnya, jadi kita tidak bisa menaikinya ya, otomatis tidak bisa melihat keindahan Pulau Lampu dan sekitar dari atas mercusuar.



Aktifitas yang bisa dilakukan di Pulau ini adalah bersantai-santai dan berjalan mendaki ke arah puncak bukit. Namun, saat itu aku sudah capek, jadi naiknya tidak sampai puncak. Yah cukuplah dengan menikmati suasana sekitar. Oya, sempat denger kalau ternyata Pulau Lampu ini bisa disewa loh, misalnya untuk kegiatan camping, atau kegiatan keakraban lain. Wah, bisa dicoba nih camping di tengah pulau!



Sunday, October 2, 2016

Wisata di Semarang, Bukan Hanya Wisata Belanja!

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , , , No comments

Rumahku berada tak jauh dari Semarang, sekitar 2,5 jam perjalanan ditempuh dari Magelang ke Semarang. Semarang memang dikenal sebagai kota dengan wisata belanjanya, karena banyak sekali mall-mall besar yang bertengger di sana. Namun, kali ini aku pengen seharian berwisata ke Semarang tanpa wisata belanja, yah itung-itung quality time sama keluarga gitu. Cek ya itinerary-nya, yang bikin gak mati gaya seharian berwisata di Semarang.

1. Lawang Sewu
Tempat wisata pertama yang aku kunjungi adalah Lawang Sewu. Tempat wisata ini sangat terkenal dan gampang ditemukan karena terletak di tengah Kota, tepatnya di samping Tugu Muda Semarang. Di Lawang Sewu ini kita bisa melihat sambil belajar tentang sejarah jaman dulu, karena bangunan ini adalah bangunan Belanda yang dulunya digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api.



Tarif masuk di Lawang Sewu masih ramah di kantong, hanya Rp 10.000,00 untuk umum dan Rp 5.000,00 untuk pelajar. Setelah masuk, kita bisa menikmati keagungan bangunan peninggalan Belanda yang kokoh dan megah, bisa sampai capek berkeliling di area wisata dan naik turun bangunan berlantai 2 tersebut.

Lawang Sewu identik dengan bahasa jawa. Lawang artinya pintu, dan Sewu artinya seribu. Kalau digabungkan Lawang Sewu berarti seribu pintu, maksudnya mungkin bangunan yang mempunyai seribu pintu. Namun, saya tidak menghitung juga sih ada seribu gak pintu disana, haha, mungkin hanya untuk menggambarkan bahwa bangunan Lawang Sewu ini mempunyai banyak pintu yang besar-besar di bangunannya.


Pintu di Lawang Sewu
Selain Bangunan 2 lantai yang dapat kita jajaki, ada juga loteng atau lantai di bawah atap yang bisa kita naiki. Lantai ini isinya los, di dalamnya kita bisa melihat atap bangunan Lawang Sewu, yang dari sana cahaya bisa masuk dari celah-celah atap.



Sebenernya masih ada satu tempat lagi, yaitu ruangan bawah tanah. Katanya di sana tempat dimana kereta bawah tanah berada. Namun, saat kami kesana, ruang bawah tanah sedang ditutup dalam tahap perbaikan.



2. Pantai Marina
Di Semarang tapi pengen ke pantai? Bisa. Inilah pertama kalinya aku menjejakkan kaki di pantai yang ada di Semarang. Pantai Marina merupakan pantai yang cukup terkenal di Semarang. Pantai ini cocok didatangi untuk piknik bersama keluarga, atau rame-rame bersama sahabat. Kayak apa sih pantainya? Tak dapat dipungkiri, memang pantai di Semarang ini tidaklah seindah pantai-pantai yang biasa kita jumpai di Jogjakarta misalnya, namun cukuplah untuk menikmati suasana air laut.


Pantai Marina terletak tak jauh dari Kota Semarang, ditempuh sekitar 20 menit. Pantai ini berada di Jalan Yos Sudarso (sebagai catatan, gampang sekali menemukan lokasi pantai ini, sepertiku yang menggunakan bantuan GPS). Berada sebelah timur PRPP (Perumahan Royal Family), dan sebagai penanda masuk ada patung burung elang besar di tengah bundaran. Masuk ke kawasan pantai ini gratis alias tidak dipungut biaya.


Suasana di Pantai Marina ini panas dan berada disamping perumahan persis. Tidak ada deburan ombak di pantai ini, dan hampir kita tidak bisa bermain pasir selayaknya kita sedang berada di pantai karena terdapat tanggul air di pinggir pantai. Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk menikmati pantai ini adalah dengan duduk-duduk di bawah pohon di pinggir pantai sambil bersantap ria. Iya, di sepanjang pinggir pantai banyak orang-orang berjualan menjajakkan dagangannya seperti bakso, sate, siomay, es kelapa muda, sampai es krim. Selanjutnya, aku banyak melihat banyak orang sedang memancing di bibir pantai, gak tau deh apakah emang di sini banyak ikannya atau tidak.

Aktifitas lainnya yang bisa dilakukan di Pantai Marina adalah berkeliling pantai dengan menggunakan kapal. Kapal ini muat banyak orang, jadi nunggu penuh dulu ya supaya kita bisa melihat keindahan sekeliling Pantai Marina. Hanya bertarif Rp 5.000,00/orang kita sudah diajak putar-putar di Pantai, lumayan asik!



3. Pemandian Umbul Sidomukti
Lelah berwisata di Kota Semarang, hari sudah hampir sore. Saatnya pulang ke Magelang, eits tapi bolehlah mampir di satu tempat wisata lagi yang searah jalan pulang, Pemandian Umbul Sidomukti yang berlokasi di atas Ungaran.


Lokasi Pemandian Umbul Sidomukti ini berada di Desa Sidomukti, Kelurahan Bandungan, Kabupaten Semarang. Letak objek wisata ini berada di pegunungan, oleh karenanya jalanan menuju lokasi pemandian ini sangat naik terjan melewati jalanan desa yang terkadang melewati jalan gang yang kecil. Terbukti lokasi pemandian ini memang berada di lereng gunung Ungaran sekitar 1200dpl dan diapit oleh 2 buah jurang. Jadi bisa dibayangkan dong ya betapa asik dan indah pemandangan dari atas sana melihat ke Kota Semarang yang berada di bawah. Sangat terbayar dengan jalan yang lumayan curam dilewati.


Untuk tarif di objek wisata Umbul Sidomukti jangan khawatir, sangat terangkau. Untuk hari biasa tiket masuknya Rp 5.000,00 dan untuk weekend dan hari libur Rp 10.000,00. Umbul Sidomukti ini lebih familiar dengan pemandiannya, yang terbagi ke dalam 4 tingkatan kolam yang bisa dipilih sesuai kedalamannya. Air di kolamnya sangat jernih dan segar, merupakan dari mata air asli pegunungan. Walaupun familiar dengan pemandiannya, di tempat ini bukan hanya aktifitas berenang yang bisa kita lakukan. Banyak sekali kegiatan yang ditawarkan di objek wisata Umbul Sidomukti ini, seperti outbond, flying fox, rapeling, marina bridge, naik ATV, ataupun berkuda dengan tarif Rp 50.000,00/ 30 menit. 

Sayangnya, aku sampai di tempat ini sudah kesorean, sekitar pukul 16.00 WIB, jadi hanya bisa berenang di kolam saja. Untuk kegiatan outbond lain sudah ditutup untuk alasan keselamatan karena sudah sore, dan apalagi saat aku kesana cuaca agak kurang mendukung. Oya, jangan takut lapar di sini, ada foodcourt yang bagus untuk tempat makan, atau penjual makanan yang berada di sepanjang jalan masuk tempat wisata.


4. Wisata oleh-oleh
Berbonus wisata belanja di Semarang nih, cuma jalan-jalanku kali ini sama sekali gak beli oleh-oleh soalnya udah pergi sama keluarga. Oleh-oleh khas semarang banyak berjejer di Jalan Pemuda Kota Semarang, lokasinya dekat dengan Tugu Muda Semarang. Banyak berbagai oleh-oleh yang dijakakkan di sana, tinggal pilih masuk toko dan borong deh oleh-olehnya, seperti bandeng presto, lumpia, moci, tahu bakso, dll. Selamat berwisata ya!