Monday, October 3, 2016

Belinyu: Pantai Romodong, Pantai Penyusuk, Pulau Putri, dan Pulau Lampu

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , , , No comments

Namanya juga Kepulauan Bangka Belitung, pasti banyak dong ya pulau-pulau kecil yang mengelilingi provinsi di Sumatra ini. Yup, setelah ceritaku sebelumnya menjajaki pulau-pulau kecil di sekitar Belitung, gak kalah cantik juga nih pulau-pulau kecil di sekitar wilayah Bangka.


Sebelumnya perkenalan dulu, ceritaku kali ini datang dari daerah Belinyu, salah satu kecamatan di Pulau Bangka yang letaknya di pulau Bangka bagian utara. Udah lama banget aku kesini, sekitar bulan Februari tahun 2015 yah udah lebih dari 1,5 tahun yang lalu ternyata (times go fast, alahh, baper deh!). Jarak tempuhnya lumayan lama, sekitar 2,5 jam dari Kota Pangkalpinang melewati daerah Sungailiat. Lalu apa saja sih objek wisata di Belinyu ini? Sebenernya banyak banget wisata di Belinyu yang terlihat dengan banyak bangunan-bangunan tua dengan arsitektur bergaya Belanda. Juga banyak klenteng-klenteng yang dilewati sepanjang jalan, namun aku kesini khusus untuk berwisata pantai dan pulau. 

1. Tung Tau Tertua di Bangka
Berangkat pagi-pagi dari Pangkalpinang, belum sarapan. Berhubung melewati jalan Sungailiat, kami sempatkan untuk mampir sarapan di Warung Kopi Tung Tau tertua di Bangka. Di wilayah Bangka, khususnya Pangkalpinang banyak berjejer warung kopi, terutama Warung Kopi Tung Tau. Namun, Warung Kopi Tung Tau yang pertama dan tertua adalah di Sungailiat ini, dibuat tahun 1938. Kenapa warung pertama ada di Sungailiat bukan malah di Pangkalpinang yang lebih ramai? Konon dulunya, pusat pemerintahan Bangka ada di Sungailiat, namun seiiring perkembangan warga Cina membangun Kota Pangkalpinang menjadi lebih ramai.



Lokasi warung ini berada di pinggir jalan besar belokan setelah pasar Sungailiat. Banyak berbagai menu di warung ini, seperti khasnya beraneka macam kopi dan minuman lain seperti susu, teh, jus, lalu roti bakar dan berbagai cemilan lain, sampai makan besar seperti nasi goreng dan bubur ayam yang aku pesan pada pagi itu untuk sarapan. Harganya masih standar dan terjangkau. 



2. Pantai Romodong
Pantai Romodong adalah destinasi wisataku yang petama di Belinyu. Letak pantai ini tidak jauh dari Kota Belinyu tepatnya di Desa Romodong. Sebelum sampai di dalam Pantai Romodong, di depan kawasan pantai ini ada penanda 2 batu granit yang besar di pinggir jalan masuk sebagai gapura. Batu ini berukuran sangat besar sekitar tinggi 10m. Konon, batu ini diberi nama 'Batu Kodok'. Setelah melewati gerbang batu granit ini, tidak jauh lagi sekitar 400m kita akan sampai di Pantai Romodong.



Pasir di Pantai Romodong adalah pasir putih dan bersih. Suasana di pantai ini sangat menyejukkan, cocok untuk bermain air dan bersantai menikmati keindahan alam pantai. Deburan ombaknya juga tidak terlalu besar. Di pinggir pantai terdapat batu besar juga yang berjejer membentuk mirip kura-kura, merupakan salah satu keunikan dari Pantai Romodong. 



Pantai Romodong masih sangat sepi, tarif masuknya gratis. Mungkin hal ini karena tidak ada sama sekali fasilitas yang ditawarkan, dan minimnya pengelolaan tempat wisata di pantai ini. Juga akses jalan yang hampir tidak kami ketahui sebelumnya, yang bisa dibilang minim petunjuk arah. Namun, keindahan Pantai Romodong ini tak dapat dipungkiri, apalagi belum adanya pengelolaan yang membuat pantai ini masih sangat bernuansa alami. Saat kami kesana, belum ada pengunjung yang datang padahal kami kesana saat weekend. Baru beberapa lama, ada satu mobil pengunjung yang datang.


3. Pantai Penyusuk 
Selanjutnya, tidak jauh dari Pantai Romodong kita ke Pantai Penyusuk. Tak kalah cantik, Pantai Penyusuk menyajikan keindahan alam yang begitu mempesona. Di bawah pepohonan kepala yang berjejer di pinggir pantai, berpadu dengan banyaknya bebatuan granit khas pantai Bangka Belitung. Berbeda dengan Pantai Romodong yang sangat sepi, di Pantai Penyusuk ini lebih banyak dikunjungi para pelancong. Mungkin karena lewat pantai ini, kita akan diantarkan menyeberang menuju beberapa pulau yang bisa kita datangi, yaitu Pulau Putri dan Pulau Lampu.



Di Pantai Penyusuk terbagi ke dalam dua arahan bibir pantai. Pertama pantai yang landai, tempat dimana kita bisa bermain air, pasir, menikmati suasana pantai dengan tenang, serta tempat dimana kapal-kapal berlabuh untuk mengantarkan kita ke Pulau seberang. Dan yang kedua pantai yang lebih curam, disana kita hanya bisa melihat pantai dari pinggir karena katanya palung lautnya sangat curam, hati-hati ya!



Masuk ke Pantai Penyusuk ini masih belum dipungut biaya, namun di tengah jalan masuk ke pantai ini ada pos kecil yang entah fungsinya untuk apa karena saat kami lewat disana kosong tidak ada orang yang berjaga. Pantai Penyusuk sudah memiliki banyak fasilitas yang ditawarkan, mungkin karena memang pantai ini sudah lumayan ramai dikunjungi para wisatawan. Sudah terdapat toilet, mushola, dan tempat makan di pinggir pantai dengan masakan yang sederhana seperti otak-otak, pop mie, kelapa muda, dan aneka minuman lain. Juga, dikawasan pantai ini, terdapat penyewaan ATV untuk dipakai berkeliling jalan di sekitar pantai.

4. Pulau Putri
Inilah petualangan yang sesungguhya! Dari Pantai Penyusuk kita dapat menyebrang ke Pulau Putri dan Pulau Lampu menggunakan kapal-kapal yang siap layar di pinggir pantai. Perlu tawar menawar nih, akhirnya kami mendapatkan harga Rp 20.000,00/orang tujuan pulau Putri saja dan harga Rp 30.000,00/orang mengunjungi kedua Pulau Putri dan Pulau Lampu. Jarang antara pantai dan pulau-pulau ini masih terhitung dekat, sekitar 10-15 menit perjalanan. Namun, kami yang hanya ber-enam saat itu harus digabungkan dengan kelompok lain agar kapal bermuatan + 10 orang itu menjadi penuh dan siap berangkat menuju pulau tujuan. Note: kalau rombongan kalian belum memenuhi kuota untuk berangkat, kapal tetap bisa berangkat dengan cara mencarter kapal.


Pulau Putri dilihat dari kapal
Setelah sampai di Pulau Putri ini sangat sebanding dengan pemandangan dan aktifitas yang kita dapat, apalagi dibandingkan dengan tarif masuk yang gratis dan sewa kapal yang sangat terjangkau. Pulaunya sangat amazing! Si abang kapal juga mau menunggui kami sampai jam berapapun di pulau ini, tidak terbatas (ya tapi inget aja jangan sampai malam kan ngeri-ngeri sedap di pulau terpencil begitu :D). Pulau Putri sangat rindang dipenuhi dengan banyak pohon-pohon dan bebatuan besar. Kita bisa sengan puas bermain air di bibir pulau yang landai dan sangat jernih berpadu dengan pasir putih, berkeliling semua penjuru pulau karena memang pulau ini tidak terlalu besar untuk dikelilingi.




Hari menunjukkan tengah siang, dan kami kelaparan. Pulau Putri adalah pulau yang tidak berpenghuni, walaupun di tengah pulau terdapat sebuah rumah kecil yang entah dulunya digunakan sebagai apa. Untungnya kami sudah menyediakan berbagai cemilan dan minuman botol sebagai bekal, ini bisa dicontoh ya supaya kalian tidak kelaparan di tengah pulau. Gak lucu banget kan jalan-jalan tapi nahan laper!

Dari salah satu penjuru pulau yang bersebelahan dengan Pulau Putri, kita bisa melihat Pulau Lampu yang unik dengan mercusuarnya yang tinggi.


Pulau Lampu dilihat dari Pulau Putri

5. Pulau Lampu
Tujuan selanjutnya adalah Pulau Lampu, sekitar 10 menit ditempuh dari Pulau Putri menggunakan kapal. Pertama yang terlihat sampai di pulau ini adalah mercusuar yang berdiri tinggi. Ukuran mercusuar ini tidak sebesar mercusuar pada umumnya, jadi kita tidak bisa menaikinya ya, otomatis tidak bisa melihat keindahan Pulau Lampu dan sekitar dari atas mercusuar.



Aktifitas yang bisa dilakukan di Pulau ini adalah bersantai-santai dan berjalan mendaki ke arah puncak bukit. Namun, saat itu aku sudah capek, jadi naiknya tidak sampai puncak. Yah cukuplah dengan menikmati suasana sekitar. Oya, sempat denger kalau ternyata Pulau Lampu ini bisa disewa loh, misalnya untuk kegiatan camping, atau kegiatan keakraban lain. Wah, bisa dicoba nih camping di tengah pulau!



0 comments:

Post a Comment