Thursday, April 16, 2015

Kuil Itu Bernama Pagoda Vihara Puri Tri Agung

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , , 1 comment

Liburan di Bangka Belitung sekarang tidak hanya identik dengan liburan ala-ala pantai. Bangka Belitung memang terkenal dengan beribu pantai yang sangat cantik dan masih bersih, namun siapa sangka banyak sekali wisata kuil yang ada di provinsi yang beribukota di Pangkalpinang ini.
Gambar Pagoda Vihara Puri Tri Agung dari samping.

Kuil yang terdapat Patung besar Dewi Kwan Im itu bernama Pagoda Vihara Puri Tri Agung. Puri ini berada di Kabuaten Sungailiat, Bangka Belitung. Puri Tri Agung ini oleh masyarakat sekitar sering juga disebut dengan kuil shaolin, karena memang bangunannnya yang mirip kuil shaolin. Puri yang konon membutuhkan waktu pembangunan selama 12 tahun ini berdiri dengan bangunan kokoh dan megah, bertempat di atas sebuah pantai. Pantai yang dimaksud adalah Pantai Tikus atau Pantai Nirwana. Tak heran, dari puri ini kita bisa melihat keindahan Pantai Tikus yang tepat berada di bawah puri. Selain Pantai Tikus, puri ini berada di sebelah selatan Resort Pantai Tanjung Pesona. Jadi, kalau kalian akan merencanakan mengunjungi Tanjung Pesona, bisa  terlebih dahulu melewati Puri ini dan singgah menikmati pemandangan puri yang menyatu dengan pantai.

Patung Dewi Kwan Im di samping Puri.

Puri ini baru diresmikan pada Januari 2015 kemarin. Puri Tri Agung sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terlebih di akhir pekan. Para Wisatawan itupun datang dari berbagai daerah, bukan hanya orang asli Bangka.  Puri yang digunakan untuk tempat beribadah ini juga digunakan untuk tempat acara perayaan seperti perayaan Cap Gomeh yang luar biasa ramai.

Pemandangan depan puri yang merupakan Pantai Tikus atau Pantai Nirwana.

Wednesday, April 15, 2015

Ego

BY retnobanarti.blogspot.com No comments

Love expects nothing, and anything seems like everything. Ego expects something, and everything seems like nothing.

Tidak terlalu paham dan mendalami maksud dari kata-kata di atas, hanya saja aku sedang ingin bercerita tentang apa yang sudah aku pelajari dalam hidup ini terlebih akhir-akhir ini.

Aku tidak pernah membayangkan hidupku akan berubah sebegini drastisnya hanya dalam hitungan satu tahun terakhir. Hidup yang tidak pernah aku terka akan sebegini aku rasa indah (tergantung dari sisi mana kita merasakan) atas segala rencana-Mu. Adalah takdir-Mu yang menjadikanku begini. Hidup dalam kesendirian yang jauh dari hiruk pikuk keluarga, dalam rantauan.



Adalah ego yang memberikan sumbangan besar untuk hidupku sekarang. Ya, egoku sendiri. Dulu memang aku sempat menjelma menjadi orang yang sangat egois dalam hidup. Tapi aku tak menyesalinya, justru dialah yang menjadikanku sosok yang kokoh seperti sekarang. Yang menjadikanku juga lebih peka terhadap kehidupan dan segala yang ada di dalamnya. Ego pun yang menghilangkan cintaku.

Kata orang aku terlalu pemilih. Ah, maksudnya bukan pemilih juga kali. Apa salah aku lebih selektif dan memilih mana orang yang akan menjadi pendampingku seutuhnya dalam hidup ini? Tapi sedang bergeser dari kata 'pemilih', mungkin aku juga pasrah menyerahkan segala takdir hanya pada-Mu ya Rabb. Aku sedang tidak ingin terlalu memikirkan tentang semua itu, aku hanya ingin semua itu berjalan naturally. Artinya tanpa dibuat-buat, tanpa dicari-cari, tanpa dinanti-nanti, tau-tau ada sendiri, hehe. Bukankah janji-Mu nyata, setiap yang ada di dunia ini berpasang-pasangan, terlebih orang yang baik adalah untuk yang baik pula. Jadi untuk apa memusingkan kata orang, tinggal menunggu waktu saja kan? InsyaAlloh mendapat yang terbaik untuk yang terbaik.

Korban Jual Beli Followers Twitter, Pernahkah Mengalami?

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , 2 comments

Guys, ada yang pernah mengalami menjadi seorang korban atas kegiatan ilegal jual beli followers? Kok keliatannya serem banget ya? Sekarang hal kayak gitu lagi marak terjadi di media sosial seperti twitter atau instagram untuk sekedar alasan pribadi biar followers-nya keliatan banyak atau untuk akun olshop untuk mempermudah jual beli. Aku sih orangnya ga kepo, kalau belum dimulai duluan #guemahgituorangnya hehehee ikutan ngramein hastag instagram yang lagi booming.

Jadi, aku emang udah lama ga mainan twitter, paling update-an twitterku cuma hasil connecting dari path atau instagram doang. Nah, beberapa waktu lalu aku baru menyadari, aku sering nge-follow orang-orang yang ga aku kenal, nambah-nambah terus deh following-ku. Udah gitu, akunku suka nge-retweet otomatis ga jelas promosiin akun twitter yang suka jual followers tersebut. Sebel pasti, orang ini twitterku yang berhak atas semua di dalamnya kan cuma aku, hello!!! Jadi kemarin kalau aku lagi buka twitter pasti kerjaanku cuma unfollow manual orang-orang yang ga aku kenal, terus undo retweet lah, malesin kan? Sementara aku belum mempunyai solusi atas kasus tersebut. Udah pernah atas rekomendasi teman untuk ganti password, tapi ga berhasil. Lalu saking sebelnya, aku block tuh pelaku jual beli followers itu, hasilnya nihil. Akunnya udah ke block, namun aku masih sering retweet otomatis tweet-nya dia, OMG! Tambah kesel kan, aku pengen banget maki-maki akun yang jual dan beli followers yang ga sadar aku follow, tapi ya ga ada gunanya, malah nambah musuh kan? Jadi, kita harus punya siasat dan cara main cantik untuk mengatasi orang-orang kurang kerjaan seperti itu.

Alhamdulillah atas saran dari teman kerjaku (baik bangetlah) dia ngasih solusi. Cara mengatasi praktek jual beli followers twitter sangat gampang:

1. Buka dari browse http://twitter.com/,
2. Log in akun twitter,
3. Buka menu-setting-apps akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini,



4. Setelah itu, liat aplikasi-aplikasi yang asing atau yang tidak kamu ketahui sama sekali kegunaannya, lalu klik revoke access,
5. Log out akun twitter, lalu log in lagi.

Ini share pengalaman untuk kalian yang pernah ngerasain hal yang sama denganku. Tunggu 1x24 jam ya, kalau following kamu ga nambah secara otomatis dan ga retweet sembarangan lagi, berarti twitter kamu udah suci kembali. ^^

Warning! Keamanan Koper di Bagasi Pesawat

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , , No comments

Hai.. Kali ini aku pengen share hal kecil yang lumayan penting menurutku untuk dijadikan pengalaman. Mungkin hal ini udah bukan menjadi rahasia umum lagi, bahkan dari kalian mungkin pernah mengalaminya.

Yaitu tentang sebuah pertanyaan "keamanan" saat kita menaruh koper/barang bawaan lain di bagasi pesawat. Sempat beredar rumor, kalau kita mau membawa barang-barang berharga seperti laptop dll hendaknya dibawa dalam tas yang kita tenteng ikut masuk ke pesawat, atau setidaknya di kabin pesawat. Karena dulu sempet juga mendapat berita kalau laptop temen ada yang hilang di koper yang ditaruh di bagasi pesawat, duh duh. Dan hal itulah yang saya jadikan pengalaman, jadi saya hanya menaruh misalnya oleh-oleh dalam kardus, atau koper yang hanya berisi baju-baju dan peralatan lain yang tidak mengesampingkan pentingnya, namun tidak terlalu berharga untuk dicuri, hehe.

Pernah dulu waktu terbang bulan Desember 2014, saya mendapat pengalaman yang kurang mengenakan. Saat itu yang saya taruh di bagasi adalah kardus yang berisi oleh-oleh khas Bangka berupa kerupuk-kerupuk. Padahal hanya terbang satu jam dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang (PGK) sampai Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (CGK), namun saat saya ambil di tempat pengambilan bagasi, saya mendapati kardus oleh-oleh saya sudah 20% hancur di ujungnya. Tidak mungkin kalau hanya rusak karena dibanting-banting, karena rusaknya berupa bekas bolongan-bolongan. Pada saat keluar dari tempat pengambilan bagasi, saya di cek oleh petugas bagasi tentang kebenaran barang bawaan saya dari bagasi. Nah, saat itu saya sempat komplain mengenai kerusakan kardus bawaan saya. Petugas mencoba menjawab dan menjelaskan, namun saat itu saya sedang terburu-buru dan saya pikir hal tersebut tidak terlalu material karena tidak ada barang yang hilang. Saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut, berharap komplain dari pelanggan menjadi sebuah masukan untuk lebih tertibnya pelayanan di maskapai/bandara.

Namun, ternyata hal tersebut tidak menjadi pelajaran. Lebih parah, maaf, saya tidak tahu dan menuduh petugas mana yang iseng mengganti password koper saya. Waktu itu akhir bulan Maret 2015 kemaren saat saya mau pulang ke rumah, penerbangan dari Bandara Depati Amir Pangkalpinang (PGK) ke Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) dengan terlebih dahulu transit di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (CGK). Penerbangan total dari rute tersebut adalah 5 jam, dengan pembagian rute PGK-CGK 1 jam, transit di bandara CGK sekitar 2 jam, dan rute CGK-JOG 1 jam. Namun, saat transit di bandara CGK koper tidak diberikan lagi pada kita, walaupun kita turun dan ganti pesawat. Koper akan otomatis dipindahkan dari pesawat lama ke pesawat yang baru oleh petugas. Lama sekali ga bersama koper kesayanganku ya (haha), apalagi saat itu pesawatku yang akan ke Jogja mengalami keterlambatan selama kurang lebih 1 jam.

Saat tiba di Bandara JOG, saya masih belum menyadari akan semua itu. Saat mengambil koper, koperku masih utuh, tidak rusak, tidak bolong, dan tidak lecet (koper ketok). Hanya hal tersebut yang kuingat karena waktu landing sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB, maka saya pun cepat-cepat menghampiri keluargaku yang sudah menunggu sedari tadi di Bandara. Kami pun cepat melaju pulang ke rumah.

Nah, inilah keesokan harinya waktu saya ingin mengambil barang-barangku di koper, kenapa ga bisa membuka koperku sendiri? Saya memang orang yang sering lupa akan password yang saya buat sendiri, oleh karenanya saya sering mencoba dulu password koperku sebelum berangkat bisa digunakan tidak untuk membuka koper. Setelah saya memastikan kombinasi angka yang saya ingat benar, yaitu 888 adalah password koper mungilku, barulah saya menguncinya. Tetapi pagi itu saya membuka dengan kombinasi angka 888 kenapa koperku tidak bisa terbuka, why?

Password koper seperti punyaku memang saya rasa gampang untuk membuka dan mengubahnya, walau kita tidak tau berapa password yang benar. Selain karena hanya terdiri dari 3 kombinasi angka, cara mengubah password-nya hanya tinggal menarik tombol pembuka ke atas dan kita ubah kombinasi angkanya sesuai keinginan kita.
Kombinasi password semula adalah 888, namun tidak bisa untuk membuka koper, Koper bisa dibuka dengan kombinasi angka 596.
Itulah yang terjadi, password-ku semula yang terdiri dari 3 kombinasi angka 888 tidak bisa digunakan untuk membuka koper. Lalu saya mencoba-coba beberapa urutan kombinasi angka yang lain untuk membukanya, seperti dulu yang pernah saya lakukan saat saya lupa dengan password koper. Caranya sangat gampang namun membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan waktu yang agak lama. Jadi kita mengubah satu persatu angka untuk membukanya, misal dari semua password 888, diubah ke 887, lalu ke 886 dst bisa ga untuk membuka tombol kuncinya begitu seterusnya. Hingga tiba pada angka 596 dan bisa untuk membuka koperku. 

Aku meyakini bahwa ada yang mengganti password koper tersebut, karena saya sudah ingat dengan benar dan mencoba password koperku sebelum saya berangkat, yaitu 888.

Dari sini memberikan pembelajaran, bahwa koper yang sudah ada passwordnya aja nekat mau dibobol, apalagi yang ga dikasih password? Isengnya, setelah mereka berhasil membobol koper, mereka juga mengubah password koper agar si pemilik kesusahan untuk membukanya, hah, biar apa coba? Hal ini membuat saya semakin malas menaruh koper di bagasi, walau dari dulu memang pada dasarnya saya sudah malas menaruh koper di bagasi kalau tidak membawa koper yang besar atau berat karena membawa barang bawaan banyak. Saya lebih suka menaruh koper di kabin, karena koper seukuran koperku 20" atau 18" adalah koper yang dirancang muat di kabin pesawat. 

Namun, kalau barang bawaan kita lumayan berat dan penuh, atau seringkali kabin pesawat sudah penuh dengan barang bawaan orang lain, kita bisa mensiasati menaruh koper di bagasi dengan menambahkan gembok manual, yaitu gembok yang ada kuncinya sendiri (seperti gembok pintu). Hal itu menurutku lebih aman, ya walaupun maling masih sering lebih pinter. Cara ampuh kedua jika kita menaruh barang berharga di koper adalah dengan mem-packing koper atau wrap di tempat wrap di bandara. Memang dengan cara ini kita harus menyediakan budget yang lebih yaitu sekitar 25-30 ribu rupiah sekali wrap. Karena modus pencurian lain yang masih anget-angetnya, si pencuri mencoba membuka koper tidak melalui kunci (gembok) melainkan langsung membuka resleting koper menggunakan pensil/pulpen. Sehingga saat nanti si pencuri selesai menggeledah koper, dia bisa mengembalikan resleting koper seperti semula seolah koper tersebut tidak pernah dibuka, serem kan! Nah, kalau koper kita sudah di-wrap, insyaAlloh akan aman. Si pencuri biasanya malas membuka koper dengan wrap karena selain susah, butuh waktu yang lama untuk merapikannya kembali.

Sekian, semoga share pengalamanku ini bermanfaat untuk semua pembaca yang budiman. :-)

Tuesday, March 10, 2015

Dan lihatlah, sekarang aku sudah lebih dewasa.

BY retnobanarti.blogspot.com 2 comments

Saturday, January 3, 2015

Selamat Tahun Baru 2015

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , No comments


Selamat Tahun Baru 2015..

Tak terasa sudah berganti tahun saja, ah, sudah 2015. Apa saja pencapaian dari tahun sebelumnya? Apakah sudah sesuai target kita? Seberapa jauh target mendekati hasil? kalau ditelusur bakal panjang banget, yang jelas harapanku di tahun ini bisa senantiasa menjadi manusia yang lebih baik dari tahun yang sebelumnya, diberi kesehatan selalu untukku dan keluarga, semakin sukses dalam berkarir, lancar rejeki dan dipermudah dalam segala hal, diberi bahagia dan barrakah yang berlimpah, bisa cepat kembali ke Jawa, dan segera menemukan jodoh yang terbaik, aamiin aamiin amiin ya Rabbal'alamin.

Tahun baru kali ini aku lewati di tempat perantauan baruku, di Pangkalpinang, Bangka. Sudah sekitar 2 bulan aku menjalani hidup baruku di sini, yang tentu lebih jauh dari keluarga. Sedih adalah satu kata yang dapat melukiskan keadaanku sekarang. Sakit adalah cara Allah untuk melebur dosaku, ya kemaren aku sempet pulang ke rumah dan baru sampai Bangka lagi pada tanggal 30 Desember malam. Dan tak tau keesokan harinya badanku terasa tidak enak. Dan otomatis aku melewati tahun baru kali ini dengan sedih dan sakit, namun aku tetap ingin bersyukur atas semua rasa ini. Sejenak memang aku ingin terus mengeluh, aku sudah hampir menyerah, dan bahkan sewaktu di rumah aku sudah hampir tak mau lagi kembali ke tempat ini. Di sepanjang perjalananku diantar ke Bandara oleh bapak dan mamahku, mereka selalu menguatkanku. Merekalah yang membuatku bertahan dalam keadaan seperti ini. Tak henti berbagai petuah dan perkataan yang bertujuan menghibur keluar dari mulut manis mereka. Dan yang ada hanya rasa haru pengen menangis di pangkuan mamahku. Yang selalu aku ingat bahwa segala yang Kau beri adalah yang terbaik untuk hamba-Mu, tak terkecuali.


Malam tahun baru 2015 ini aku habiskan bersama teman-teman kantorku di Bangka Belitung. Merekalah teman dan keluargaku di sini. Merekalah tempatku berbagi dan berkeluh kesah atas semua keadaan ini. Ya setidaknya bersama mereka aku bisa melupakan kesedihanku, sejenak.

Suasana asik malam itu berjalan cukup lancar. Dari mulai bakar-bakar ikan dan hasil laut lain, masak-masak sayur, membuat es, makan bersama, doa bersama, karaoke, dan melihat kembang api sebagai tanda telah terlewatinya tahun 2014 yang berganti ke tahun 2015. Selamat datang 2015, semoga menjadi tahun yang lebih baik. Terimakasih teman, kalian adalah keluarga keduaku di sini.