Tuesday, February 25, 2014

Siapa Bilang Hidupku Sia-Sia?

BY retnobanarti.blogspot.com No comments

Hidupku tak pernah sia-sia, karna dari kesia-siaan itu aku belajar bagaimana lebih menghargai hidup dan agar tak menjadi sia-sia di kemudian hari.

Friday, February 14, 2014

Jantung Hatiku

BY retnobanarti.blogspot.com No comments



Selamat pagi jantung.....

Pagi ini aku terbangun dari tidurku semalam, yang kurasa sakit ini sudah hilang dengan sendirinya denganku beristirahat menjemput mimpi di malam hari. Namun toh tidak, pagi ini aku mulai membuka mata dan jantung ini masih saja berdetak kencang tak berirama, mengisyaratkan hidupku yang sudah kehilangan irama syahdunya, sendu, sunyi, dan mencoba mengartikan semua luka yang pernah ada untuk terus bergerak. Jantung ini terus berdetak dengan kencangnya serasa akupun tak sanggup untuk menenangkan jiwaku sendiri, yang juga berakibat pada semua organ badanku menjadi lemas dan lunglai. Ada apa denganku? Allah, hanya Engkau tempatku kembali, mengembalikan semua yang terjadi dengan penuh harap bahwa inilah runtut kejadian terbaik untukku, karna sebegitunya Engkau menyayangiku, maafkan aku..


Aku percaya dalam hati kecilku, sungguh rasa ini aku abadikan, namun aku tak percaya dengan realita yang ada, apakah aku hanya hidup dalam mimpi-mimpiku sendiri? Lalu tersingkirkan dengan kenyataan yang pelan-pelan runtut berdatangan. Ku serahkan segalanya hanya pada-Mu Sang Pencipta, kuatkan aku, tenangkanku, dan lindungilah aku selalu.. My heart..

Tuesday, February 11, 2014

I Love Living in My Hometown

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , No comments

Hi February... :)

Inilah senang dan kesedihan yang membaur secara bersama. Senang karna masa depanku sudah di depan mata, tinggal bagaimana aku memanfaatkan dan menggapainya. Sedih ketika aku harus meninggalkan zona nyamanku, semua yang berharga yang aku miliki sejenak untuk masa depanku. Kota kecilku, keluarga besarku, dan semua teman-teman terbaik yang pernah aku miliki.

Kerasnya kehidupan di Ibukota harus aku taklukan, sedikit lebey memang, tapi itulah sederet kata-kata orang tentang ibukota, yang katanya lebih kejam daripada ibu tiri. :D

Hari demi hari aku lewati disini, dengan rutinitas yang lumayan membosankan bagiku, pagi-pagi harus sudah siap berangkat ke kantor dan sore-sore banget baru pulang, hampir maghrib baru sampai kos dan udah tak kuasa menahan capek dengan rutinitas yang ada dari kerjaan. Hari kerja seperti biasa dari Senin-Jumat yang berlangsung sangat lama. Dan bisa beristirahat sejenak dari rutinitas hanya di hari Sabtu dan Minggu yang berlangsung begitu cepat yang biasanya ku habiskan main bersama teman-temanku, lumayan asik dan menghibur.

Hidup mandiri di kamar kosan tanpa keluarga yang mendampingi adalah sebuah hal berat untukku, jauh dari mereka merupakan hal yang sangat aku keluhkan, apalagi ditambah beban kerja yang akan menjadi tanggung jawabku ke depan. Pekerjaan baru, lingkungan baru, rekan-rekan baru yang akan banyak dari kalangan atasan yang sebagian orang tua yang harus dihormati dan banyak di patuhi. Yang dulunya dirumah semua sudah tersedia, makan tak perlu mencari sendiri, mau ini itu bisa tinggal suruh, mencuci baju, perlengkapan, bahkan kamar sudah ada yang menata. Dan sekarang semua harus ku lakukan sendiri, sendirian, mandiri, mencari uang sendiri dan membelanjakannya dengan penuh tanggung jawab sendiri, bahkan harus menabung juga dong yang banyak malah :D. But nevermind, sekiranya semua ini akan terasa mudah kalau ada keluarga di sampingku, namun, ah ya sudahlah sudah semestinya semua berjalan seperti ini. Dulu saat aku masih belajar di Universitas di Solo saja aku agak ga betah, padahal jaman kuliah tau bangetlah siang cuma kuliah beberapa jam selebihnya kumpul sama temen-temen, yang main atau entah hanya sekedar menghabiskan waku bersama, tidak ada beban, belajar aja kalau pas mau ujian aja. Tapi keluarga adalah segalanya, pulang ke rumah adalah rutinitas bagiku, jarak tempuh perjalanan + 3 jam aku lewati dengan pulang setiap 2 minggu sekali di weekend, dan itu harus. Dan sekarang, Jakarta-Magelang ditempuh dalam waktu 8 jam dengan kereta, itu udah paling cepat, aku harus pulang kapan? Dengan kepadatan rutinitasku disini.. Mom, you know how bad i miss you?

Sudah lumayan aku menjalani rutinitas seperti ini, kiranya aku sudah agak bisa beradaptasi dengan semuanya, namun ternyata belum. Aku masih sering mengeluh dalam diriku sendiri. Ingin rasanya meninggalkan semua ini, tapi bagaimana? Ini juga demi masa depanku sendiri. Itulah tekad yang seringnya menguatkanku. Kalo udah begini,mau tak mau aku harus menjalaninya dengan ikhlas, berharap yang terbaik untuk semuanya. Hanya masih sering teringat dengan kesalahan-kesalahan di masa lalu yang terus menghantui, betapa dulu aku sangat menjadi orang yang tidak baik, namun toh sekarang aku sudah menyadari dan sudah berusaha menjadi lebih baik, tapi kenapa hati ini tak kunjung menjadi tenang untuk melakukan semua aktifitasku disini? Mom, i need you..

Jujur, dari dulu tak pernah terlintas untuk hidup lebih lama di kota ini, kota yang sangat penuh sesak dengan para penduduk yang kebanyakan orang rantau yang sedang mencari rejeki sepertiku. Aku memang tak begitu suka dengan kehidupan perkotaan, yang aku suka adalah kehidupan damai di desa, desa tempatku dibesarkan tentunya. Disini, aku tak bisa melihat hijau pepohonan rindang yang menghiasi jalanan, hijau bukit dan gunung yang menjadi pemandangan favoritku, hamparan sawah hijau lapang yang bisa menjadi penyegar bagi mataku. Yang ada tak lain hanya jalanan besar, gedung bertingkat pencakar langit, lalu lintas kendaraan yang memadati setiap jalan dengan berbagai polusi yang ditimbulkan, dan kesibukan orang yang berlalu lalang dengan keindividualnya mereka. Oh, hidup dimanakah aku ini? Setelah nanti berkeluarga pun aku tak punya cita-cita untuk hidup bersama suami dan anak-anakku kelak di sini, aku tidak suka. Dengan lingkungan dan pergaulannya, aku ingin hidup damai di desa, membangun impian kita bersama di sana, desa yang menjadikan impian tidak sesederhana kelihatannya seperti layaknya hidup sederhana di desa. Dari dulu yang aku cita-citakan, aku tak ingin hidup bermewah-mewah, hanya cukup saja, normally, yang lebih semoga aku mendapat rejeki yang banyak untuk bisa lebih membantu sesama orang yang lebih membutuhkan, Aamiinn ya Allah..




Aku juga sudah memutuskan untuk karirku ke depan. Sebentar lagi aku akan melaksanakan diklat di pekerjaanku, dan setelah lulus diklat insyaAllah aku akan mendapatkan penempatan kerja. Untuk mendapat penempatan kerja di Jawa sungguh kiranya sangat sulit, karna memang formasi kerja di Jawa di instansiku tidak dibuka untuk sekarang, tapi semoga saja bisa berubah menjadi ada, Aamiinn. Kalaupun memang tidak ada, aku akan lebih memilih untuk penempatan di luar Jawa daripada di Jakarta ini, semoga aku mendapat penempatan di pulau yang dekat dengan Jawa, Bali misalnya, aku pengen kerja di sana dulu sebelum bisa pindah mutasi kerja mengikuti suamiku nanti..

Semoga siapapun suamiku nanti, dia bisa menerimaku dengan apa adanya, tak mempermasalahkan pekerjaan dan penempatan dimana aku berkerja, kalau memang harus LDR dulu sebentar setelah kita menikah nanti semoga dia ikhlas dan mampu menjaga hati dan dirinya untukku istrinya seorang, Aamiinn ya Allah..

Sincerely, your beloved future wife.. :)

Friday, January 31, 2014

Keraton dan Taman Sari Tempat Historical di Yogyakarta

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , 2 comments

Yah tiba saatnya di penghujung bulan ini, 31 Januari 2014. Sedih, itulah gambaran rasaku dalam hari ini. Sedih harus mengingat sebentar lagi harus jauh dari keluarga untuk jangka waktu yg lama, campur aduk ga karuan ingin rasanya mengelak dari semua ini, tapi toh ini untuk masa depanku dan jalan guna membahagiakan orang-orang yang aku sayang, bismillah. :-)

Ada waktu beberapa saat dirumah terasa begitu singkat. Hari-hari ku lalui bersama keluarga dan teman-teman terbaikku. Berapapun waktu yang diberi kiranya tak cukup untuk sekedar menikmati kebersamaan, aku harus mengakuinya.


Hari ini aku menghabiskan waktu untuk sekedar jalan-jalan bersama teman baruku, abang Adam dan abang Patrick yang mau menikmati keindahan kota Yogyakarta, aku juga bersama mas faizin yang menjadi tour guide. :p


Abang Adam ini adalah orang Polandia yang kebetulan menjadi volunteer Dejavato yang mendapat tugas mengajar di Indonesia selama 3 bulan. Yah lumayan daripada lumanyun bisa nambah-nambah temen bule, hehe. Sama juga dengan abang Patrick, dia juga volunteer Dejavato tapi mendapat tugas mengajar di sekolah Pekalongan. Jadi kalau sebelumnya aku udah kenal baik sama abang Adam, ini kali pertama aku ketemu sama abang Patrick, nice to meet you abang! Abang Patrick ini ke sini karna berteman baik sama abang Adam, sama-sama orang Polandia tapi mereka beda kota dan baru kenal saat jadi Volunteer di Dejavato ini.


Oke langsung aja perjalanan kami mulai pada pukul 10.00 WIB dan kira-kira 1 jam perjalanan kami sudah sampai di kota Jogja. Tujuan pertama kami adalah Keraton Yogyakarta, tempat tinggal Raja Yogyakarta di kala itu. Ini adalah tempat yang banyak menyimpan sejarah kota Yogyakarta. Tidak ada cerita yang akan aku bagikan karna aku juga kurang ngerti akan sejarah yang ada ditempat tersebut, cukup penampakannya ya, cekidot..

dari kiri ke kanan: abang Patrick, aku, mas Faizin, abang Adam
























Setelah lelah dan selesai berkeliling Keraton, next destination adalah Taman Sari. Letak dari taman sari ini tidak jauh dari keraton, ditempuh jalan kaki pun bisa, tapi kalau kamu ngerasa capek, disana banyak abang tukang becak yang siap mengantar. Bangunan di taman sari ini juga sangat historical dan megah. Konon cerita, di taman sari ini ada pool yang besar tempat mandi sang raja dengan permasuri dan selir-selirnya. Juga ada masjid, tempat tidur, tempat memasak, dan tempat-tempat lain selayaknya rumah. 


Untuk masuk ke taman sari ini tiketnya cukup murah, untuk pengunjung lokal Rp 4000 dan pengunjung dari luar alias turis asing Rp 10.000,-. Mau tau ini dia taman sari water castle yang tersohor itu..
















Warning aja ni, di taman sari ini banyak guide-guide bersliweran, jadi kalau kamu mau tau tentang tempat-tempat dan cerita tentang taman sari ini kamu bisa menggunakan jasa guide disini. Akan tetapi kalau kamu ga memerlukan jasa guide, kalau ada orang yang tak dikenal datang dan mencoba menjelaskan atau memberitahu letak tempat-tempat disekitar sana, cepet-cepet ditolak atau diakhir cerita kamu akan merasa ga enak udah diceritain panjang lebar tapi ga memberi upah sama mereka, akhirnya mau ga mau harus ngasih uang tips deh..


Oke setelah capek keliling taman sari, sebenernya abang Patrick ngajakin ke candi Prambanan, tapi karna waktu yg udah cukup sore, keinginan itu diurungkannya. Dia dan abang Adam akan ke Prambanan keesokan harinya karna mereka berdua akan nginep di Jogja. Udah terlampau sore udah telat makan siang, kita sepakat untuk mencari tempat untuk lunch. Tentu saja makanan khas Jogja yaitu gudeg menjadi sasaran, so cus deh kita menuju Wijilan tempat yang disepanjang jalan banyak warung-warung menyediakan gudeg, hap hap yumy inilah gudeg Jogja..




Setelah kenyang menyantap gudeg, kali ini kita nemenin abang Adam sama abang Patrick buat nyari hotel di Prawirotaman. Prawirotaman ini letaknya dekat dengan jalan Parangtritis. Memang di daerah jalan Prawirotaman ini gudang hotel buat para bule, wow sepanjang jalan banyak berkeliaran bule-bule semua bikin mata ga ngantuk #eh :D:D




Sebenernya di Prawirotaman ini untuk akses ke Malioboro seperti yang abang Adam sama abang Patrick ingin kunjungi di malam hari nanti cukup jauh, tapi maunya mereka nyari hotel di Prawirotaman karna emang di sana udah terkenal hotel buat para bule gitu. Oke setelah menemukan hotel yang cocok, akhirnya harus say goodbye sama mereka, say goodbye juga buat keberangkatanku merantau hari minggu besuk, see you later guys, will be missing you all. :-(

Thursday, January 30, 2014

Media Chat Favoritku BBM, Whatsapp, Line

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , No comments

Jaman udah smartphone jadi males untuk ber-smsan sama temen deket kalau mau ber-casciscus ria, iya karena sms ga se-fleksibel kalau kita menggunakan aplikasi chatting. Semakin lama semakin berjibun aplikasi-aplikasi chat yang bermunculan, tapi tetep untuk aku pribadi ada 3 primadona aplikasi chat yang dari dulu aku punya dan tetep tak lekang oleh waktu sampai sekarang aku gunakan. 3 primadona itu adalah BBM, Whatsapp, dan Line.

Ya aku memang sudah cukup mempunyai 3 aplikasi chat ini, kebanyakan juga ribet lah ya. Tapi terlepas dari itu semua, ketiga media chat ini sudah mencukupi kebutuhan aktifitasku terhubung sama rekan-rekan. Oleh karena itu kalau ada orang yang mempunyai media chat selain ketiga itu dan mengaku-aku sebagai aku bisa jadi itu bukan aku, hahaha, apa banget deh. Oke aku mencoba untuk bercerita tetang ketiganya, ini hanya sebatas review dari aku pribadi yang aku ketahui, kalau ada kekurangan mohon ditambahkan dan dimaapkan ye, sebagai umat manusia kita harus saling memaapkan :D oke langsung cekidot menuju ke TKP.

BBM
BBM adalah Blackberry Messenger  media chat utama, andalan, atau apalah yang dimiliki oleh smartphone Blackberry. Yang kebetulan memang Blackberry adalah smartphone pertama yang aku punya, simple dan sangat fleksibel di kala itu. Kamu hanya tinggal nanya pinBB teman, lalu menginvitenya, dan setelah di accept bisa langsung bercurhat-curhat tanpa batas. Seiring berkembangnya media chat, BBM tidak hanya eksklusif dimiliki oleh blackberry, BBM juga tersedia untuk smartphone android dan IOS. Ya buatku ga masalah lah ya malah semakin luas bisa ber-BBM dengan teman lain yang ga menggunakan smartphone Blackberry. Ohya BBM dari blackberry dan untuk android atau IOS ini cukup sama kegunaannya, mungkin yang bisa mendeteksi perbedaannya secara awam adalah pinBB, kalau untuk blackberry biasanya pinBB kepala 2 atau 3, kalau untuk android dan IOS kepala 7.


Kelebihan
  • Tidak perlu mendaftar akun dan log in lagi saat menggunakan bbm, membuka menu bbm berarti masuk ke bbm secara langsung
  • Ada notifikasi Delivere (D) saat pesan terkirim, hanya centang satu untuk pesan yang pending atau belum terkirim, dan silang merah untk pesan tidak terkirim.
  • Ada notifikasi khusus Read (R) untuk pesan yang sudah dibaca
  • Notifikasi writting a message untuk lawan yang sedang mengetik pesan
  •  Recent updates yang menampilkan profile dan PM baru dari teman
  •  Bisa terhubung dengan media social lain
  •  Bisa buat grup bbm
  • Bisa membuat chat antar teman
Kekurangan
  • Harus menanyakan atau invite pin teman agar bisa berpacaran eh berteman di bbm
  • Tidak ada notifikasi online atau last seen untuk melihat user lain terakhir membuka BBM
  • Jika sekali pesan itu tidak terkirim karna bbm user lain sedang tidak aktif, maka pesan tidak akan terkirim selamanya
  • Chat tidak bisa dihapus satu per satu dalam percakapan, harus dihapus semuanya dalam sekali chat dengan end chat




WHATSAPP

Whatsapp ini media chat andalan di ponsel androidku, cepat dan mudah itulah sekiranya yang terlintas untuk media satu ini. Tidak seperti BBM yang hanya bisa terhubung dalam satu komunitas yang punya pinBB, namun whatsapp lebih umum dan dapat dipakai untuk segala jenis smartphone bahkan untuk handphone lain selain smartphone yang support terhadap aplikasi ini. Jadi dengan whatsapp kita bisa lebih luas chat dengan teman-teman lain karena media whatsapp ini langsung terhubung dengan nomor handphone di phonebook. Ga perlu repot nanya temen lagi kan dan ga perlu menambahkan temen seperti yang harus dilakukan di BBM.


Kelebihan
  •  Membuat akun atau log in hanya dengan memasukkan nomor telepon yang digunakan untuk nomor whatsapp
  •  Jika nomor handphone user whatsapp lain sudah tersimpan dalam kontak phonebook, otomatis akan muncul dalam kontak whatsapp
  • Ada notifikasi saat online atau last seen untuk melihat user lain terakhir membuka whatsapp
  • Notifikasi typing untuk user whatsapp lain yang sedang menulis pesan untuk kita
  • Ada notifikasi centang satu untuk pesan yang pending atau belum terkirim, centang dua untuk pesan yang sudah terkirim
  • Jika user whatsapp lain tidak aktif, pesan akan pending dengan bertahan pada centang satu, namun jika pada suatu saat user whatsapp tersebut sudah mengaktifkan akun whatsappnya, pesan tersebut kemungkinan bisa terkirim
  • Bisa menghapus pesan per baris percakapan, tidak perlu menghapus percakapan secara keseluruhan
Kekurangan
  • Tidak ada notifikasi Read jadi tidak bisa mengecek pesan tersebut sudah dibaca oleh user whatsapp yang kita kirimi pesan atau belum
  • Tidak bisa membuat grup whatsapp seperti di bbm, hanya sebatas grup chat dalam percakapan
  • Dalam grup chat yang bisa menginvite user whatsapp lain hanya si admin alias si pembuat grup, dan dalam percakapan tidak bisa melihat apakah pesan sudah terkirim atau belum karena notifikasi yang muncul hanya centang satu untuk pesan terkirim atau pending




    LINE
Line masih media chat favoriteku, line ini lucu banget tersedia berbagai emoticon yang bisa buat ketawa-ketiwi sendiri membuat chat lebih berwarna dan hidup. Sama kayak whatsapp, line juga terhubung dengan kontak handphone di phonebook. Kalau kamu udah punya kontak teman di phonebook, ga perlu add lagi untuk bisa berteman di line. Tapi kalau kamu ga punya kontaknya di phonebook pun kamu bisa search dengan id line.


Kelebihan
  • Telepon gratis dengan user line lain, disediakan juga video call 
  • Banyak emoticon-emoticon lucu yang disediakan membuat chat menjadi lebih berwarna yang terbagi dalam stickers, emoji, dan emoticon
  • Jika nomor handphone user whatsapp sudah tersimpan dalam kontak, otomatis akan muncul dalam kontak whatsapp
  • Namun jika tidak punya nomor handphone teman yang menggunakan line, tersedia juga menu find friends untuk mencari teman lain bahkan untuk artis-artis juga, hehe, atau bisa disearch menggunakan id line karena line menggunakan id line untuk mempermudah pencarian
  • Ada notifikasi Read untuk pesan yang sudah dibaca oleh lawan user
  • Bisa sambil main game
  • Tersedia grup line untuk banyak anggota, seperti dalam chat personal, dalam grup ini ersedia notifikasi read jika telah dibaca oleh anggota grup lain beserta jumlah anggota grup yang telah membacanya
  • Tersedia timeline untuk melihat update teman user line lain, bisa mengomentari secara langsung update dari teman user line lain yang muncul di timeline
  • Tersedia menu Home untuk melihat update teman user lain secara personal dari dulu sampai sekarang
  • Bisa ganti tema dan wallpaper lucu. Di line kamu bisa mengganti-ganti tema sesuai keinginan, ada beberapa tema yang tersedia, juga wallpaper yan lucu-lucu. Tapi jika kamu udah apply tema, wallpaper akan menyesuaikan dengan tema dan tidak bisa di ganti-ganti, kecuali kamu pake tema asli dari line
Kekurangan
  • Harus sign up dan log in menggunakan username dan password
  • Tidak ada notifikasi online atau last seen sehingga tidak bisa melihat user lain kapan terakhir membuka line
  • Tidak ada notifikasi untuk pesan terkirim dan pending, semua hanya centang satu, jadi tidak bisa membedakan pesan itu sudah terkirim atau belum. Jadi indikasi pesan terkirim kalau penerima pesan sudah membaca pesan tersebut dengan adanya notifikasi read
  • Tidak bisa menghapus pesan per baris percakapan, jika ingin menghapus harus dari keseluruhan chat




Oke sekian review tentang ketiga media chatting yang aku gunakan saat ini. Ketiganya ada kurang dan lebihnya sendiri-sendiri, kalau ada tambahan bisa ditambahkan di komentar ya guys karna ini hanya review dari orang awam yang buta gadget dan teknologi, hehe, sekian dan terimakasih.

Saturday, January 25, 2014

Dari Belajar English Sampai Belajar Kehidupan

BY retnobanarti.blogspot.com IN , , , , No comments

Mau tak mau aku harus menuliskan cerita ini dari awal. Setahun yang lalu aku datang pertama kali ke tempat ini. Aku datang dengan keinginan yang luar biasa besarnya (hehe) untuk belajar bahasa inggris. Pelajaran yang aku acuhkan ketika duduk di bangku SMP dan SMA terlebih di Perguruan Tinggi yang hanya dibebani 3 SKS di 1 semester dalam 4 tahun aku menuntut ilmu. Apalagi di saat semester akhir kuliah aku harus bergulat dengan yang namanya TOEFL, ngerti aja enggak, ikut kursus malah bikin ngantuk ga ngerti-ngerti juga terlebih speaking. Bagusan dengungan semut deh daripada suara orang bule ngomong english dari kaset yang diputer itu.

Bahasa inggrisku nol besar, aku tau akan hal itu terbukti saat sempat melamar pekerjaan dan diharuskan wawancara dalam english, yah bisa dibayangkan ibarat pedagang sudah harus gulung tikar, semrawut bahkan nyaris aku seperti orang gagu yang susah ngomong.

Suatu hari aku sadar, english sangat penting untukku. Untuk karirku ke depan, untuk melanjutkan kuliah lagi mungkin, atau hanya untuk sekedar kehidupan sehari-hari (siapa tau ntar kerja dan punya suami lalu sama-sama menetap di LN, Aamiin). Mungkin kesadaranku ini sudah terlambat, sangat terlambat, tapi tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Dulu tak pernah terlintas untuk ikut kursus di lembaga bahasa inggris lain saat kuliah, padahal banyak teman yang ikutan yang ngambil jam kursus malam. Ah males, siangnya udah capek kuliah malamnya buat santai dan tidur dong ya, haha, iya aku doyan banget tidur -___- Memang benar kemalasan adalah musuh terbesar pada diri seseorang. Sebenarnya juga aku pernah mencoba untuk ikut dalam kursus bahasa inggris saat liburan panjang semester di salah satu lembaga bahasa yang cukup ternama, tapi lokasinya ada di kota Magelang. Ikut sekali dua kali aku merasa malas, mungkin karena letaknya yang jauh dari rumah (padahal cuma setengah jam) kalau dipikir-pikir emang dasarnya aja males! Oke, yang lalu ga usah dibahas lagi ya. :-)

Kali ini aku bertekad buat mastering english well (haha, kejauhan!) minimal english-ku bisa sedikit lebih baik, dalam hal structure mungkin sukur-sukur conversation juga.

Jarak adalah sedikit halangan kemalasan bagiku, maka dari itu kebetulan ada tempat kursus baru di dekat rumah, wah bisa tanya-tanya nih kalau menyedikan paket privat yang cepet buat belajar. Kenapa aku milih privat? Aku pengen belajar english setiap hari sesuai apa yang aku inginkan, jadi terus-menerus belajar agar tidak putus hari dan lupa begitu saja. Akan tetapi apa mau dikata, bukan semua itu yang ku dapat malah penjaga ditempat kursus itu bilang kalau mau kursus harus nunggu murid lain dan guru juga, hah, tempat kursus macam apa ini, sudahlah. Tapi si penjaga merekomendasikanku untuk belajar ke Desa Bahasa Ngargogondo, katanya disana lebih ditekankan pada conversation. Letaknya memang di Desa Ngargogondo, sebuah desa yang lumayan desa di Kecamatan tempat tinggalku. “Desa Ngargogodo dimana itu mbak?” Karena sungguh, mungkin aku pernah mendengar nama desa tersebut tapi jauh dari ingatanku aku belum mengenal dan pernah mengunjunginya. Si mbak menjawab dengan arahan petunjuk jalan dan terakhir bilang “Deket kok mbak dari sini sekitar 15 menit.” Wah kalau cuma 15 menitan deket juga kok aku ga pernah tau, apa dasarnya aku emang kuper? HAHAHA yayaya.

Keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB aku memulai pencarian tentang desa yang dimaksud. Sebelum sampai di Desa Bahasa tersebut, aku sempat bertanya terhadap warga sekitar memastikan aku tidak salah jalan. Dan taraaaa, akhirnya aku pun sampai, welcome to Desa Bahasa Ngargogondo. Loh kok sepi amat ya? Halloo permisi, berkali aku mengucap sapa yang tak kunjung dibalas dari dalam rumah. Sampai akhirnya ada ibu-ibu paruh baya yang menjawab dan bertanya maksud kedatanganku kesana. Setelah aku menjelaskan, si ibu memanggil salah satu staf Desa Bahasa untuk menemuiku. Inilah kali pertama aku bertemu dengan mereka, Mr Tri dan Mr Miftah, mereka adalah staf sekaligus pengajar di Desa Bahasa. 

Setelah berbincang-bincang barang sebentar, mereka menginformasikanku berbagai program belajar di Desa Bahasa, ada program reguler dan eduwisata. Tentu untukku yang ingin belajar instens  harus menempuh program reguler dengan jenjang level. Berikut jenjang level reguler beserta harga:


  • Level 1: Daily Vocabularies     Rp 250.000,00
  • Level 2: Tenses                       Rp 1.000.000,00
  • Level 3: Telling Story               Rp 1.250.000,00
  • Level 4: Toefl                           Rp 1.250.000,00

Dan untuk setiap level dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000,00 yang mendapatkan buku modul. Masing-masing level tersebut berdurasi 20 hari dalam sebulan. Masuk Senin-Jumat pukul 14.00-17.00 WIB. Sedangkan untuk program eduwisata dikhususkan untuk mereka yang ingin belajar bahasa inggris sambil berwisata di daerah wisata sekitar Borobudur. Jadi pelajarannya sambil jalan-jalan. Program eduwisata ini berdurasi 6 hari dengan harga Rp 1.500.000,00.

Mereka sangat ramah, tapi aku masih memahami Desa Bahasa Ngargogondo tersebut masih dibilang sepi dan belum maju seperti sekarang saat kali pertama aku datang. Mereka menyarankanku untuk ikut dalam kelas reguler level 1 yang sudah dimulai satu minggu yang lalu. Intinya kalau aku mau ikut level ini udah telat satu mingguan, tapi kalau mau ikut level 1 angkatan berikutnya aku harus nunggu paling cepet 1 bulan lagi, hmm, yaudah aku putuskan untuk ikut dalam level 1 angkatan ini dan mengejar ketinggalanku. Setelah selesai registrasi, Mr Tri memberitahuku untuk mulai belajar nanti siang pukul 14.00. Masih pikiran malas melanda dalam diriku, lalu aku menjawab “kalau belajarnya mulai besuk gapapa ya Mr?” ZZZZZZZZZZZ.

Sesampainya dirumah aku memberitahukan pada mamahku tentang hasil investigasiku ke Desa Bahasa tadi dengan detail tempat, hari, jam belajar, dan rincian biaya, serta aku bilang kalau mau mulai besuk aja belajarnya. Sontak mamahku tidak menyetujuinya karena aku udah telat seminggu masak mau ditambah dengan malas-malasan lagi, haha, okeh2 nanti siang aku berangkat belajar mah -___-

Pastinya disana aku mendapatkan banyak teman-teman baru dari berbagai latar berlakang, dari yang sudah bekerja sampai anak-anak SMA bahkan SMP atau yang masih mencari jati diri sepertiku. Selain teman-teman yang begitu baik, staf-stafnya juga sangat friendly banget, udah betah lah sama keadaan disini, semoga bisa belajar dengan lancar. Fyi, aku disini ga belajar sampai selesai karena berbagai alasan, yang seharusnya kelas reguler ada 4 level yang akan menghabiskan waktu sekitar 5 bulanan, aku cuma mengambil sampai level 2 dengan durasi waktu 4 bulanan karena untuk level 2 aku ikut mengulang lagi untuk memperdalam ilmuku disini, haha. Untuk level berikutnya aku tidak ikut karena kesibukan dan ada sedikit pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi ya untuk 4 bulan belajar aku rasa kurang maksimal untuk menambah pesat kemapuan english-ku, tapi dengan tekad yang kuat untuk belajar dan kali ini aku bener-bener belajar dengan baik, semua itu tak pernah sia-sia, minimal english-ku sekarang udah lebih baik dari dulu, hehe, much thank to Desa Bahasa.

Ini dia tempat yang sempat beberapa bulan menjadi tempatku belajar. Gambar ini aku ambil bulan Januari 2014. Bangunannya hampir sebagian besar kena renovasi menjadi lebih bagus. Dulu pas aku datang kesini untuk belajar belum sebagus kayak gini, hehehe. Bangunan baru Desa Bahasa ini memang dibuat bangunan jawa banget dengan arsitektur jawa kuno seperti rumah joglo, batu bata yang tak dihaluskan menjadi kesan tradisional, atap-atapan rumah menggunakan daun-daun kering, pagar menggunakan anyaman bambu, dsb. Cekidot ini penampakannya:







Tapi ternyata pembelajaran terbesar yang aku dapatkan disana bukan cuma pelajaran dunia yaitu bahasa inggris, namun lebih dari itu karena memang aku sedang dalam masa pencarian jati diri. Aku dapat melihat dari sisi lain yang lebih penting yaitu pelajaran tentang kehidupan yang sebenarnya. Ada seseorang yang aku kenal, ada keluarga yang sangat ramah dan sederhana yang dekat denganku disana yang memperlihatkan padaku arti hidup yang sebenarnya. Mereka secara tidak langsung telah mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan. Kejadian demi kejadian mulai silih berganti terjadi, itulah pembelajaranku. Pelajaran yang baik dan menyenangkan aku nikmati dan pelajaran buruk mau tak mau aku ambil hikmahnya. Sekarang yang pasti aku tau semua itu adalah yang terbaik untukku.

Aku yang dulu masih angkuh, memandang remeh hidup, cuek dengan orang lain dan sekitar, disini aku bisa melihat sisi lain dalam kehidupan. Melalui desa ini hidupku mulai tertata lebih baik, aku mengenal orang-orang yang sangat sederhana tapi mereka selalu tersenyum dengan ikhlas mengarungi hidup yang keras ini, dan aku? Masih sering mengeluh dan menyia-nyiakan segala yang sudah aku punya yang bisa jadi hal itu belum dipunyai orang lain tapi masih saja hidupku penuh dengan keluhan-keluhan yang tak berarti. Tak pernah aku mengerti arti sebuah peribahasa jawa “hidup itu sawang-sinawang” bodohnya dan angkuhnya aku, itulah kesalahan terbesarku dalam hidup.


Jika dengan sederhana kita bisa bahagia untuk apa hidup bermewah-mewah..

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaN42H2OpQUy6CSy3JtEotjGBR1Z8Oly0CXKOVAqjj9QIPXbL70na2BbfYXSMpuu_ZB2PLNXPYk8VjhZkx22-gewvXaobFsxFWW95LrlhHpAubf5V3rfdiM01ICVGpHMCSdLoV4VQ3onpD/s1600/lilin.jpg
Itulah kurang lebih yang bisa aku baca dari keadaan di sana. Aku merasa dari sini arah hidupku mulai berubah. Memang aku sering murung dalam kesendirian memikirkan mau bagaimana hidupku ke depan. Melihat dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang sederhana tak membuat semata-mata menjadikan cita-citaku sesederhana mereka. Bahkan tekadku aku harus bisa berguna bagi orang lainnya, itulah kebahagiaan hidup yang sebenarnya, iya, dan aku harus bisa! Aku mulai menengok dan mendedikasikan waktuku untuk keluarga. Beruntungnya aku mempunyai bapak dan mamah yang sangat menyayangiku memberikan segala yang aku butuhkan, adik yang penurut, dengan siapa lagi aku hidup menghabiskan waktu selama 24 tahun ini, dan apa timbal balik yang sudah aku berikan untuk kasih sayang mereka? Yah tidak banyak, sungguh tragis dan ironis. Aku yang dulu hanya memikirkan kesenanganku saja, hidup tanpa beban karena semua yang aku inginkan sebagian besar sudah ada di depan mataku. Tapi aku harus bersyukur, Alloh tidak pernah terburu-buru dan terlambat dalam memberikan setiap yang terbaik untuk umatnya, inilah waktu yang tepat untukku menyadari semuanya dan lebih berguna terlebih untuk keluargaku sendiri.
God is never late and in hurry giving every moment to His creatures.
Dalam setahun terakhir banyak sekali kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi dalam hidupku. Menangis, murung, trenyuh, senyum kecil yang ada dalam bibirku. Aku memang tak seceria dulu yang hanya suka tertawa hiha hihi bersama teman-temanku, menghabiskan waktu yang sia-sia hanya untuk sekedar nongkrong atau jalan-jalan tak penting. Sekarang aku lebih dewasa dan tak banyak tertawa (hehe, mungkin maksudnya tertawa tak tau tempat) aku ingin menjadi orang yang ramah, ringan senyum tapi tetap punya wibawa dan kharisma yang luar biasa, aamiinn. Padahal dulu sewaktu masuk kuliah banyak teman-teman yang belum mengenalku bilang aku jutek karena aku jarang senyum, tapi kalau udah kenal duh jadinya ketawa ketiwi haha hihi mulu malu-maluin. Sekarang ga lagi, aku sudah dewasa secara usia maka aku juga harus dewasa dalam menjalani hidup. Aku yang childish ah singkirkan, aku yang manja ah lupakan, aku yang tak bisa mandiri inilah saatnya aku berdiri di atas kakiku sendiri tanpa topangan dari siapapun.

Dari belajar english sampai belajar kehidupan, sungguh suatu perjalanan yang sangat bermakna yang membawa perubahan dalam setiap nafasku. Aku yang dulu masih semena-mena dan semauku sendiri menganggap semua tak penting perlahan mencair. Ibadahku pun alhamdulillah berangsur membaik. Aku lebih mendekatkan diri pada Alloh, aku lebih sering bercakap dengan-Nya dalam doaku, sholat 5 waktu tak bolong, membaca Al-Qur’an juga rutin yang dulu hanya satu atau dua halaman sekarang sudah kuat berlembar-lembar bahkan satu jus sekali baca. Alhamdulillah semoga perubahan baikku ini terus berlanjut, Aamiin.

Bukan cuma pelajaran hidup juga yang banyak aku petik disini, lagi tentang alam. Disini tempatnya memang desa banget yang jauh dari kemewahan dan tata kota. Walaupun aku juga berasal dari desa namun aku tak pernah melihat lebih dalam tentang semua ini. Aku memang senang dengan alam, namun tak pernah sekalipun aku mengeksplor lebih dalam untuk mengenalnya. Dari sini aku lebih sering bermain atau menghabiskan waktu ditempat-tempat sunyi yang berbau dengan alam, pendopo menoreh, punthuk setumbu, hutan pinus, atau hanya sekedar berjalan-jalan di desa. Di sana aku menemukan kedamaian yang tak pernah kurasa saat aku ada di depan jalan raya besar melihat mobil motor dan kendaraan lain yang berlalu lalang, subhanalloh sungguh agung dan indah kreasi Sang Pencipta. Sekeliling pepohonan hijau, udara yang segar, tempat yang teduh, tempat yang tinggi yang dari sana aku bisa melihat hamparan pesona tempat lain yang berada di bawah dan dapat memandang luas tanpa batas ke segala penjuru mata angin. 

Dari penduduknya pun sudah membuatku nyaman. Orang desa yang polos, sederhana, tergurat keikhlasan dan kebahagiaan di wajah mereka meski hidup hanya ala kadarnya. Perekonomian yang belum berpihak sepenuhnya pada mereka, namun keikhlasan yang membuat semua terasa mudah dan bahagia. Keramahan yang tercermin dari penduduk desa yang tak akan pernah aku jumpai di keramaian kota. Belum kenal pun kalau ada orang yang lewat pasti disapa, disuruh mampir kerumah, lah gimana jadinya kalau permintaan mereka semua aku kabulin, jadi aku mampir di setiap rumah mereka satu per satu, HAHAHA, fenomena ini ada dan nyata di desa deket hutan pinus daerah Ketep.

Aku menikmati perjalanan hidupku ini, perjalanan yang kadang sangat membuatku bahagia, tak luput sedih dan menangis, atau hanya sekedar bisa mengucap syukur atas kuasa-Mu..

Satu per satu ya..

Maksudnya sekarang hidupku sudah lebih tertata, aku juga harus memikirkan masa depanku sendiri. Sebenarnya tidak ada yang menuntut aku untuk bekerja di perusahaan lain, orang tuaku sekalipun, karena mereka sudah punya usaha/bisnis sendiri yang sewaktu dirumah aku cukup membantu dalam menjalankan bisnis tersebut, bahkan sudah akan membuat cabang baru untuk kuurus sendiri. Namun kalau belum bisa mandiri dalam artian bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain aku belum cukup berguna, pikirku dulu. Banyak teman yang bilang “buat apa kerja, selama ikut orang itu ga enak, enakan punya usaha sendiri, aku pun pengen banget punya usaha.” Yaiya sih dulu jauh sebelum sekarang aku juga sempat beberapa bulan bekerja ya rasanya gitu lah pasti ada enak dan enggaknya, dan beberapa bulan yang lalu juga sempat coba bekerja tapi ga betah karena kerjaannya.

Iya, ridho Alloh itu ada pada ridho orang tua. Untuk medapatkan pekerjaan yang baik aku sudah mencoba untuk melamar pada perusahaan-perusahaan besar seperti beberapa perusahaan BUMN, namun selalu gagal pada tahap-tahap akhir. Sempat aku mikir apa karena orang tuaku kurang meridhoi aku bekerja disitu, tapi perasaan orang tuaku juga suka-suka aja kalau aku bisa mandiri bekerja. Tapi memang orang tuaku dulu sempat bilang lebih suka kalau aku bekerja di pemerintahan menjadi PNS, kalau enggak mending buat usaha sendiri aja jangan kerja di perusahaan swasta. Bukan memandang remeh perusahan swasta, tapi ini cuma passion dan keinginan orang tua. Apakah semua itu merupakan sebuah clue?

Oke akhir tahun 2013 ada pendaftaran CPNS. Aku pun ikut mengadu nasib disana, aku melamar di beberapa instansi pemerintah untuk cadangan. Antara keyakinan, keinginan, doa, dan lara hatiku saat itu. Proses demi proses aku nikmati, saat sakit pun aku ikut tes, tidak berharap lebih hanya yang terbaik untuk semuanya. Waktu demi waktu aku lewati, sangat sibuk untuk persiapan terbaik untuk hal yang terbaik. Ya inilah saatnya perjuangan dan doaku tak sia-sia, semoga inilah jalan yang terbaik untukku. Aku lolos menjadi CPNS di salah satu instansi pemerintah, puji syukur aku panjatkan kehadirat-Mu ya Alloh, berilah kemudahan dan kelancaran untuk jalanku ke depan, semoga barokah, aamiinn ya Alloh. 

Inilah pembelajaran terbesar dalam hidupku yang sungguh baru aku nikmati dan sadari akan kuasa-Mu. Satu demi satu pelajaran dalam hidup Kau beri untukku, tidak kurang tidak lebih, runtut tak terselingi, semoga aku senantiasa menjadi orang yang lebih baik, aamiin ya Robbal’alamin.